Sekilas Info

Korupsi Dana BOS, Kepala SMKN 3 Malteng Divonis 7 Tahun Penjara

Ilustrasi

AMBON - Majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon memvonis Kepala SMKN 3 Maluku Tengah (Malteng), Rahman Lajai dengan pidana penjara selama tujuh tahun.

Putusan disampaikan dalam sidang yang  berlangsung,  di Pengadilan Senin (3/5/2021) dipimpin hakim Pasti Taringan. Turut hadir JPU Eko Nugroho. Sementara terdakwa didampingi kuasa hukumnya Yunan Takaendengan.

Terdakwa Korupsi Dana bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2015-2019 ini dinilai terbukti melakukan perbuatan melawan hukum, sebagaimana terbukti melanggar pasal 2 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 KUHP.

"Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan perbutan melawan hukum sebagaimana terbukti dalam dakwaan  primer  atau dakwaan ke satu. Serta menjatuhi pidana penjara kepada terdakwa selama 7 tahun penjara," ungkap  majelis hakim.

Selain pidana badan, terdakwa dibebankan membayar denda sebesar Rp 200 juta, subsider 3 bulan, serta membayar uang pengganti Rp 624.739.200, subsider satu tahun kurungan penjara.

Putusan majelis hakim ini sama dengan tuntutan  jaksa penuntut umum Cabang Kejari Ambon di Banda Neira, yang menuntut terdakwa agar dipenjara selama 7 tahun di kurangi selama terdakwa berada di tahanan.

Dalam berkas dakwaan Jaksa, disebutkan pada tahun 2015 sampai dengan 2019, pemerintah mengucurkan Dana BOS  berjumlah miliaran rupiah bagi SMK 3 Malteng di Banda Neira.

Namun, fakta dilapangan, terdakwa tidak mengelola dana BOS tersebut sesuai dengan petunjuk Teknis (Juknis) dana BOS. Melainkan, terdakwa membuat perbuatan melawan hukum. Mark-up, pencairan fiktif, tandatangan palsu untuk pencairan gaji guru-guru honor.

Akibat dari perbuatan terdakwa, negara dirugikan sesuai bukti hitungan hasil audit BPKP Maluku sebesar Rp 600 juta lebih. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!