Sekilas Info

Wagub Lantik 36 Pejabat Pemprov Maluku

AMBON - Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno, melantik dan mengambil sumpah/janji 36 pejabat di jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, Senin (31/5/2021).

13 diantara 36 pejabat tersebut mengikuti acara pelantikan secara virtual sementara 23 hadir langsung di Kantor Gubernur Maluku. Para pejabat yang dilantik terdiri dari pejabat administrator, pengawas, dan fungsional.

Gubernur Maluku Murad Ismail dalam sambutannya yang dibacakan Wagub mengatakan, pelantikan yang dilakukan pada hari ini tidak hanya diletakkan pada konteks sebagai bagian dari upaya penataan birokrasi, tetapi juga sebagai upaya untuk mendorong kinerja pemerintah daerah.

Dikatakan, struktur birokrasi Pemprov Maluku harus didudukkan secara ideal, diisi oleh orang-orang yang tepat, memiliki integritas, kapasitas yang kuat dan profesional, sehingga dapat menjadi mesin penggerak roda pemerintahan yang efektif.

"Apalagi saat ini kita sementara berpacu untuk mencapai target-target pembangunan sebagaimana tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJM) Tahun 2019-2024. Kita patut bersyukur selama 2 tahun periode kepemimpinan pemerintahan 2019-2024 banyak hal yang sudah kita capai dalam berbagai sektor Pembangunan seperti di bidang sumber daya manusia yang ditandai dengan meningkatnya indeks pembangunan manusia (IPM) serta kinerja di bidang ekonomi yang cukup baik dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia," kata Gubernur.

Ia mengaku keberhasilan, membuat berbagai terobosan terhadap berbagai isu yang selama ini sulit untuk diselesaikan seperti pembangunan pelabuhan Ambon baru, Lumbung Ikan Nasional serta hak pengelolaan PI 10%, yang diikuti dengan percepatan pembangunan pada berbagai sektor lainnya menunjukkan Provinsi Maluku sudah berada diatas jalur yang tepat dalam mencapai visi dan misi pembangunan daerah tahun 2024.

“Di sisi lain masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang membutuhkan perhatian serius semua seperti masih tingginya angka kemiskinan dan pengangguran, maupun dari indikator pertumbuhan ekonomi yang belum tumbuh secara signifikan karena faktor pandemi Covid -19,” ungkapnya.

Untuk itu katanya, tidak ada pilihan lain selain harus terus berjuang dan bekerja keras untuk memperbaiki kondisi tersebut mendorong percepatan pembangunan bagi kemajuan daerah dan kemaslahatan masyarakat Maluku.

“Pemerintah daerah dan birokrasi harus terus bergerak secara total dan fokus bahkan harus berlari untuk melakukan lompatan-lompatan pembangunan,” tandasnya. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!