AMBON, MalukuTerkini.com – Memasuki usia 18 tahun, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) terus mematangkan langkahnya dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan di wilayah Kepulauan Maluku.

Momen puncak perayaan Dies Natalis ke-18 FK Unpatti yang berlangsung semarak di Auditorium FK Unpatti, Ambon, Jumat (24/7/2026), menjadi panggung refleksi sekaligus penegasan komitmen institut tersebut untuk meluaskan jejaring pendidikan medis hingga ke pelosok daerah.

Dekan FK Unpatti, dr. Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D., mengaku walaupun institusi yang dipimpinnya telah melahirkan ratusan lulusan dokter, pemenuhan tenaga medis di tingkat puskesmas daerah kepulauan masih menghadapi tantangan besar.

“Hal ini disebabkan oleh latar belakang mahasiswa FK Unpatti yang sangat beragam dan berasal dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, hingga Papua, yang sebagian di antaranya memilih kembali mengabdi ke daerah asal masing-masing setelah lulus,” ungkapnya.

Guna mengatasi persoalan pemerataan tenaga medis tersebut, pimpinan fakultas berencana memperluas jangkauan program koasistensi (koas) mahasiswa tidak hanya terpusat di fasilitas kesehatan Kota Ambon, melainkan merambah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) serta puskesmas di tingkat kabupaten.

“Langkah ini diambil agar para calon dokter memiliki pemahaman mendalam dan kesiapan fisik maupun mental dalam mengabdi di wilayah terpencil. Kenapa? Kita mau mencapai dokter visinya adalah Dokter Kepulauan. Jadi harus nanti merasakan ter-expose dengan keadaan di pulau seperti apa, di Puskesmas terkecil di kabupaten itu seperti apa,” ungkap Farah dalam sambutannya saat puncak perayaan Dies Natalis ke-18 FK Unpatti di Ambon, Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan kesiapan mental dalam menghadapi keterbatasan fasilitas, perasaan terisolasi, dan kesunyian di daerah terpencil merupakan modal utama yang harus dimiliki oleh seorang dokter kepulauan.

Pengalaman pribadi sang Dekan saat bertugas sebagai dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kabupaten Kepulauan Aru dengan keterbatasan jaringan komunikasi dan pasokan listrik yang amat minim menjadi latar belakang kuat di balik kebijakan pengembangan jejaring pendidikan medis ini.

Selain memperluas cakupan wilayah praktik koas bagi mahasiswa, katanya, FK Unpatti  secara aktif melakukan pendekatan serta advokasi kepada pemerintah daerah di tingkat kabupaten untuk terus membenahi dan melengkapi sarana serta prasarana kesehatan di wilayah masing-masing.

“Langkah sinergis ini diharapkan dapat memangkas kesenjangan fasilitas antara rumah sakit rujukan utama di perkotaan dan fasilitas kesehatan primer di pulau-pulau terluar. Ini adalah tantangan bagi kita dan tugas kita bersama. Jadi kita akan segera menemukan bahwa tidak akan ada lagi masyarakat di pulau-pulau terkecil, terluar di Maluku ini yang terlantar, yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama dengan saudara-saudaranya di Kota Ambon,” kata Farah.

Dengan tingginya minat pendaftar calon mahasiswa dari tahun ke tahun melalui jalur SNBP, SNBT, maupun Mandiri, FK Unpatti optimis kualitas seleksi dan proses pendidikan yang ketat akan terus melahirkan lulusan dokter yang tangguh dan berkualitas.

“Kolaborasi berkelanjutan antara akademisi, rumah sakit pendidikan, dan pemerintah daerah merupakan kunci utama terciptanya pemerataan akses kesehatan yang adil bagi seluruh warga di wilayah Kepulauan Maluku,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Dies Natalis ke-18 FK Unpatti dr Beytriks Herarth G Pattiasina Sp.Rad mengaku sejak dicanangkan pada bulan Maret 2026 lalu ada beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan.

“Ada kegiatan yang dilaksanakan berkolaborasi dengan BEM maupun TBM, yaitu salah satunya itu vaksinasi HPV. Ada juga FK Idol. Ada juga kegiatan yang berkolaborasi dengan jajaran TNI/Polri,” ungkapnya.

Dikatakan, sebenranya puncak Dies Natalis ke-18 ini digelar 11 Juli 2026 lalu, namun karena ada beberapa kegiatan akademik sehingga baru terlaksana di hari ini.

Dies Natalis ke-18 FK Unpatti mengusung tema “SALAHUTU” yang merupakan akronim dari “Solidaritas Abadi, Langkah Artikulatif, Harmoni untuk Transformasi Unggul di Usia 18 Tahun”.

Turut hadir Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unpatti Prof. Dr. Pieter Kakisina, S.Pd., M.Si; Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi Unpatti Dr. Ruslan H. S. Tawari, M.Si; Dekan Pertama FK Unpatti dr Jacob Manuputty, MPH; para akademika para tenaga kependikan serta mahasiswa FK.

Sebagaimana diketahui, FK Unpatti bermula sebagai Program Pendidikan Dokter yang resmi berdiri berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Nomor 2126/D/2008 pada 11 Juli 2008. (MT-01)