AMBON, MalukuTerkini.com – Sebuah buku berjudul “Kaka Guru” resmi diluncurkan dalam acara peluncuran dan diskusi publik yang digelar di Pos Bloc Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Acara yang berlangsung secara gratis dan terbuka untuk umum ini mengangkat tema besar: ‘Rewriting the Meaning of Education’ (Menata Ulang Makna Pendidikan).
Buku yang ditulis oleh Cantika Muhrim, pendiri Skolarasa.id, menyoroti peran ruang kelas alternatif dan gerakan pemuda dalam meningkatkan literasi di kawasan Indonesia Timur.
Dalam diskusi tersebut, Cantika menegaskan pendidikan tidak hanya terjadi di bangku sekolah formal, tetapi juga melalui pendekatan berbasis komunitas yang dekat dengan realitas sosial anak-anak di daerah terpencil.

“Kaka Guru merupakan novel yang terinspirasi dari gerakan literasi yang dilakukan di Timur Indonesia. Ia hadir sebagai refl eksi sekaligus ajakan bahwa guru bisa datang dari siapa saja, termasuk kakak, teman, atau pemuda di sekitar kita. Kelas alternatif adalah ruang harapan,” ujar Cantika dalam sesi diskusi.
Acara ini dihadiri oleh para pegiat literasi, mahasiswa, dan komunitas pendidikan. Para peserta terlihat antusias mendiskusikan berbagai tantangan, mulai dari akses buku, distribusi guru, hingga peran pemuda dalam menjembatani kesenjangan pendidikan yang belum maksimal di Indonesia Timur, khususnya di wilayah Maluku dan Maluku Tengah.
“Banyak anak di Indonesia Timur yang memiliki semangat belajar tinggi, tetapi terbatas aksesnya—baik terhadap buku maupun informasi. Buku ini ingin menunjukkan bahwa gerakan kecil dari pemuda bisa mengubah itu semua,” tanas Cantika Muhrim, Penulis Kaka Guru.
Sementara itu, Bunga Elly, penanggung jawab acara sekaligus pendiri komunitas lokal Pesona Kaitetu, memhgaku sengaja membuat acara ini gratis dan terbuka karena isu pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Diskusi seperti ini penting untuk merawat optimisme kolektif.
Peluncuran buku “Kaka Guru” tidak hanya menjadi ajang berbagi gagasan, tetapi juga pengingat bahwa gerakan literasi dapat dimulai dari ruang-ruang alternatif dan tangan-tangan muda yang peduli terhadap masa depan pendidikan Indonesia Timur. (MT-01)



Tinggalkan Balasan