AMBON, MalukuTerkini.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Ambon mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob yang diprediksi menerjang sejumlah wilayah pesisir di Provinsi Maluku.

“Potensi gangguan cuaca maritim ini diperkirakan berlangsung cukup panjang, mulai 4 – 22 Agustus 2026,” ungkap Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Mujahidin dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Selasa (4/8/2026).

Dijelaskan, fenomena ini dipicu oleh adanya fase Bulan Perigee pada 10 Agustus 2026 serta fenomena Bulan Purnama pada 13 Agustus 2026 yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut secara maksimum.

“Berdasarkan hasil pantauan data water level dan analisis prediksi pasang surut, terdapat beberapa daerah yang masuk dalam pemetaan rawan banjir rob, di antaranya Pesisir Kota Ambon, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Kepulauan Kei, Kepulauan Aru, serta Kepulauan Tanimbar,” jelasnya.

Ia mengatakan, kemunculan gelombang pasang dan banjir rob di setiap daerah akan bervariasi, baik dari segi hari maupun jam kejadiannya.

“Ancaman banjir pesisir ini berpotensi mengganggu stabilitas kegiatan ekonomi dan sosial warga di kawasan pesisir,” katanya.

Menurut Mujahidin, dampak pasang air laut maksimum tersebut secara umum akan memengaruhi aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan area pemukiman warga.

“Proses bongkar muat kapal hingga mobilitas harian penduduk di pesisir diprediksi bakal mengalami hambatan akibat genangan air laut,” ujarnya.

Kendati demikian, pihak BMKG mengimbau masyarakat pesisir agar tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi situasi ini.

“Warga diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan guna mengantisipasi segala dampak yang mungkin timbul dari kenaikan air laut tersebut,” katanya. (MT-06)