AMBON, MalukuTerkini.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Ambon mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob yang diprediksi melanda sejumlah wilayah pesisir Provinsi Maluku mulai tanggal 21 Agustus hingga 4 September 2026.
Fenomena banjir rob ini dipicu oleh adanya aktivitas fase Bulan Purnama yang diperkirakan terjadi pada 28 Agustus 2026, sehingga berpotensi meningkatkan ketinggian air laut secara maksimum.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Mujahidin dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Jumat (21/8/2026) mengaku adanya potensi kenaikan permukaan air laut tersebut berdasarkan hasil pemantauan data water level dan analisis prediksi pasang surut air laut.
“Adanya fenomena Fase Bulan Purnama pada tanggal 28 Agustus 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum di beberapa wilayah pesisir,” ungkapnya.
Ia merincikan wilayah yang berpotensi terdampak fenomena ini meliputi Pesisir Kota Ambon, Pesisir Maluku Tengah, Pesisir Seram Bagian Timur, Pesisir Kepulauan Kei, Pesisir Kepulauan Aru, serta Pesisir Kepulauan Tanimbar.
“Waktu terjadinya gelombang pasang dan banjir rob di setiap daerah akan bervariasi, baik dari segi hari maupun jam kejadiannya,” rinci Mujahidin.
Menurutnya, kondisi pasang air laut maksimum ini secara umum dapat mengganggu berbagai aktivitas rutin masyarakat di kawasan pesisir.
“Dampak tersebut di antaranya dapat mengganggu aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan serta mengancam kegiatan sehari-hari pemukiman warga di sepanjang garis pantai,”ujarnya.
BMKG mengimbau warga yang bermukim di daerah pesisir agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan tanpa perlu merasa panik. (MT-06)


