AMBON, MalukuTerkini.com — Pemerintah terus memacu percepatan penurunan prevalensi stunting di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui optimalisasi Pembangunan dan Penataan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan langkah ini berfokus penuh pada kawasan-kawasan yang masih mencatatkan angka stunting tinggi.

Penegasan tersebut disampaikan Zulhas sapaan akrab Zulkifli Hasan saat memberikan Kuliah Umum di hadapan sivitas akademika Universitas Pattimura (Unpatti) yang berlangsung di aula Rektorat Unpatti, Ambon, Rabu (2/9/2026).

“Aktivasi SPPG di wilayah 3T diprioritaskan pada wilayah yang prevalensi stuntingnya tinggi dengan sasaran utama kelompok 3B, yaitu balita, ibu hamil, dan ibu menyusui,” ungkap Zulhas.

Dalam pemaparannya, Zulhas merincikan dari total 8.617 SPPG 3T yang direncanakan, sebanyak 1.703 unit di antaranya kini telah siap beroperasional.

“Pada penetapan tahap pertama, pemerintah memfokuskan aktivasi pada 111 unit yang tersebar di sembilan provinsi prioritas, mencakup Papua, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat, Papua Selatan, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur (NTT),” rincinya.

Selain percepatan, katanya, pemerintah juga menerapkan evaluasi dan penataan ketat terhadap jalannya program ini di lapangan.

“SPPG 3T dengan progres di bawah 30 persen tidak lagi menjadi prioritas dan akan langsung dihentikan,” katanya.

Langkah efisiensi tersebut diimbangi dengan kesiapan operasional tahap berikutnya. Berdasarkan data olahan Kementerian Koordinator Bidang Pangan per 22 Agustus 2026, terdapat 328 SPPG 3T yang siap beroperasi pada Tahap II.

Sebaran untuk tahap kedua ini meliputi 170 unit di Nusa Tenggara Timur, 43 unit di Maluku, 36 unit di Papua Barat Daya, serta 35 unit di Papua Barat. Sementara itu, Papua Pegunungan tercatat memiliki 19 unit, Papua sebanyak 14 unit, Maluku Utara 6 unit, dan Papua Tengah siap mengoperasikan 5 unit.

Zulhas saat Kuliah Umum tersebut didampingi Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Dr. Ir. Nani Hendiarti, M.Sc; Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani; Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo, S.Sos; Anggota Komisi III DPR RI Widya Pratiwi SH; Anggota Komisi IX DPR RI Surya Utama; dan Anggota Komisi I DPR RI Dessy Ratnasari.

Kuliah Umum dihadiri Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd; Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi Unpatti Dr. Ruslan H. S. Tawari, S.Pi., M.Si; Ketua Senat Unpatti Prof. Dr. Tonny Donald Pariela, MA; serta para Dekan. (MT-01)