AMBON, MalukuTerkini.com – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan respons cepat dan keterbukaan informasi dari pemerintah sangat penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
“Sikap lambat dalam merespons berbagai persoalan publik di tengah derasnya arus informasi berpotensi merusak kepercayaan publik serta memicu munculnya disinformasi,” tandas Wattimena saat diskusi panel bertajuk “Energi untuk Maluku: BBM, LPG & Masa Depan LNG Blok Masela” yang diselenggarakan oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Maluku di Ambon, Selasa (20/10/2026).
Wattimena menilai media massa memegang peranan yang sangat vital dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan publik.
“Peran ini menjadi kian krusial, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini berdampak langsung pada pelaksanaan pembangunan daerah,” ungkapnya.
Melalui media, katanya, berbagai kebijakan serta program pembangunan dapat dipahami oleh masyarakat secara utuh dan transparan.
“Di tengah derasnya arus informasi, pemerintah dituntut merespons berbagai persoalan publik secara cepat dan terbuka. Keterlambatan memberikan penjelasan berpotensi memunculkan spekulasi, disinformasi, hingga menurunkan kepercayaan masyarakat,” katanya.
Untuk menggambarkan dampak dari keterlambatan informasi tersebut, Wattimena menyoroti isu dugaan praktik penawaran kenaikan pangkat kepada guru-guru yang melibatkan pihak di luar mekanisme resmi pemerintahan.
Ia menegaskan persoalan seperti itu harus segera dijelaskan kepada masyarakat luas agar tidak membentuk persepsi liar bahwa terdapat praktik mafia dalam proses pengusulan kenaikan pangkat di lingkungan Pemerintah Kota Ambon.
“Apabila pemerintah terlambat merespons, publik dapat secara sepihak menyimpulkan proses pengusulan pangkat di BKPSDM Kota Ambon telah melibatkan praktik mafia. Padahal, jika seluruh prosedur dijalankan sesuai dengan mekanisme resmi, tindakan tidak bertanggung jawab seperti itu sama sekali tidak dibenarkan. Oleh karena itu, klarifikasi yang cepat dan akurat atas setiap isu yang berkembang di tengah masyarakat menjadi keharusan demi mencegah terjadinya kesalahpahaman,” tandasnya. (MT-04)
