AMBON, MalukuTerkini.com – Seorang pria berinisial HK (54), warga Kota Tual, Maluku, tewas setelah mengalami penurunan kesadaran saat menjalani terapi pijat di Pijat Lestari II, Jalan Kopi, RT 001/RW 002, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Senin (26/10/2026) malam.

Informasi dihimpun malukuterkini.com menyebutkan, sebelum mengembuskan napas terakhir, korban sempat mengalami pusing hingga kehilangan kesadaran. Korban kemudian sadar kembali, meminta minuman Ovaltine, dan menyantap bubur ayam.

Namun, kondisinya kembali memburuk hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.15 WIT. Saat itu, korban yang berada di Ambon untuk mengikuti suatu kegiatan sedang menjalani terapi pijat.

Di tengah proses pemijatan, korban pergi ke kamar kecil untuk buang air besar, Namun, saat hendak kembali ke kamar, korban mengeluh pusing dan meminta bantuan salah seorang karyawati bernama Tri Wayani untuk mengantarnya.

“Korban sedang dipijat, tetapi kemudian pergi ke kamar kecil untuk buang air besar. Saat hendak kembali ke kamar, korban merasa pusing dan meminta bantuan saksi untuk mengantarnya kembali ke kamar,” ungkap sumber itu, Selasa (27/10/2026).

Tri kemudian membantu korban kembali ke kamar dan membaringkannya. Tidak lama berselang, korban tiba-tiba kehilangan kesadaran.

Melihat kondisi tersebut, Tri memanggil rekannya, Elis Solihati, untuk memeriksa keadaan korban sekaligus berupaya memberikan pertolongan.

Upaya itu sempat membuahkan hasil. Korban kembali sadar dan meminta minuman Ovaltine serta bubur ayam.

Setelah menyantap makanan, korban sempat ditawari untuk dibawa ke rumah sakit.

Namun, tawaran tersebut ditolak karena korban merasa kondisinya telah membaik.

Situasi berubah ketika sekitar pukul 19.15 WIT, korban kembali kehilangan kesadaran. Karyawan Pijat Lestari II kemudian segera membawa korban ke RS Alfatah untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, korban dilaporkan tidak dapat langsung menjalani perawatan di rumah sakit tersebut karena kapasitas bangsal telah penuh.

Korban selanjutnya dibawa ke RS Sumber Hidup. Setibanya di ruang ICU RS Sumber Hidup, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, korban diduga memiliki riwayat penyakit asam lambung.

Sementara itu, Kapolsek Sirimau, Iptu Bastian Tuhuteru, yang dikonfirmasi malukuterkini.com belum memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut. (MT-04)