oleh

Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Maluku Belajar Evakuasi Medis Laut & Selam Dasar

-Pendidikan-263 views

AMBON – Sebanyak 105 mahasiswa Prodi D3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Maluku menerima pelajaran selam dasar dan evakuasi medis laut.

Latihan tersebut berlangsung di perairan sekitar kawasan Gedung Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan Lantamal IX Ambon, Selasa (30/4/2019).

Kepala Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (Karumkital) FX Suhardjo Lantamal Ambon, Letkol Laut (K) Ali Setiawan dalam arahannya mengatakan aktifitas kelautan sangat tinggi, tidak menutup kemungkinan resiko bahaya kecelakaan di laut sangat tinggi.

“Pengetahuan evakuasi medis laut akan menjadi bekal ketrampilan bagi para mahasiswa setelah menamatkan pendidikan serta melakukan pengabdian di masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang sulit. Selain itu juga menekankan kepada mahasiswa memperhatikan materi yang diberikan oleh instruktur sehingga materi dapat diterima dengan baik sehingga dapat diaplikasikan dalam situasi yang sebenarnya,” katanya.

Sementara itu, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IX Ambon Laksma TNI Antongan Simatupang menjelaskan kegiatan ini sangat bermanfaat karena selain evakuasi medis laut, mahasiswa juga dikenalkan salah satu olahraga perairan yang dimilki Lantamal yaitu olahraga selam. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa memiliki kemampuan serta pengetahuan tentang penyelaman.

“Kepada seluruh mahasiwa agar bersungguh – sungguh dalam mengikuti seluruh rangkaian latihan serta selalu memperhatikan faktor keamanan, baik personel maupun material agar pelaksanaan pelatihan evakuasi medis laut dan selam dasar ini berjalan dengan aman dan lancar. Jadikanlah laut sebagai tempat rekreasi, olahraga dan tempat beraktifitas serta Kenalkan laut sejak dini.” Jelasnya.

Materi yang disampaikan Tim Evakuasi Medis Laut yaitu materi pengenalan peralatan yang digunakan untuk evakuasi korban di tengah laut serta penjelasan materi evakuasi medis laut dengan kategori evakuasi medis laut secara perorangan dan evakuasi medis laut secara kelompok/tim. Pada saat pelaksanaan praktek para mahasiswa dibagi menjadi 10 kelompok masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang mahasiswa.

Mereka juga diajarkan untuk melakukan resusitasi jantung paru atau tindakan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti napas karena sebab-sebab tertentu sehingga dapat membuka kembali jalan napas yang menyempit atau tertutup sama sekali serta materi cara memindahkan korban ke tempat yang aman.

Pelatihan selam dasar juga diajarkan dengan melatihkan pergerakan ringan dengan nafas yang benar. Para mahasiswa juga diajarkan teknik menaikan korban dari laut ke perahu karet dengan satu maupun dua orang penolong, pengenalan motor tempel dan cara pengendalian kapal atau perahu, sedangkan teknik bertahan hidup di laut dengan cara mengapung dan menunggu. (MT-03)

Komentar

News Feed