oleh

BPJamsostek Maluku Serahkan Santunan Kepada Ahli Waris Petugas Kebersihan

AMBON – BPJamsostek Cabang Maluku menyerahkan santunan kematian kepada dua ahli waris dari petugas kebersihan Kota Ambon.

Penyerahan santunan diberikan langsung oleh Kepala BPJamsostek Cabang Maluku, Alias Muin kepada Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy yang kemudian diserahkan langsung kepada dua ahli waris di Balai Kota Ambon, Senin (3/2/2020).

Kedua ahli waris petugas kebersihan Kota Ambon yang meninggal awal Desember 2019 itu adalah Petrus Tuarissa dan Irmawati Kelbulan dan masing-masing mendapatkan santunan kematian sebesar Rp 42 juta.

Wali Kota Ambon mengatakan sebagai pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada BPJamsostek atas penyerahan santunan kematian kepada dua petugas kebersihan kota itu.

Pasalnya,  santunan kematian yang diberikan sangat bermanfaat bagi ahli waris untuk kebutuhan hidup selanjutnya.

“Kami memberikan apresiasi kepada BPJS Tenagakerja atas santunan kematian kepada ahli waris petugas kebersihan Kota Ambon. Apalagi dengan terjadi kenaikan siginifikan atas santunan kematian bukan kecelakaan kerja dari Rp 24 juta menjadi Rp 42 juta . Harapannya santunan ini berguna bagi keluarga yang ditinggalkan,” katanya

Wali Kota mengaku sejak awal pihaknya telah mendaftarkan para pekerja kebersihan kota ke BPJS Ketenagakerjaan atau yang saat ini dikenal dengan BPJamsostek. Selain itu mendorong dunia usaha untuk mendaftarkan pekerja  yang rentan kecelakaan kerja ke BPJamsostek agar memiliki jaminan kerja atau perlindungan.

Sementara itu, Kepala BPJamsostek Maluku Alias Muin  dalam kesempatan tersebut menjelaskan dua ahli waris yang menerima santunan kematian bukan kecelakaan kerja merupakan penerima kenaikan manfaat Jaminan Kematian (JMK) sesuai PP Nomor 82 Tahun 2019.

Menurutnya, berdasarkan PP Nomor 82 Tahun 2019, nilai santunan JKM naik dari Rp 24 juta menjadi Rp 42 juta dan itu telah berlaku sejak 02 Desember 2019.

“Hari ini, bertepatan dengan pencanangan peduli sampah nasional, kita menyerahkan santunan kepada dua ahli waris yang meninggal dunia awal Desember 2019. Masing-masing mendapatkan santunan 42 juta rupiah yang merupakan penerimaan kenaikan manfaat jaminan kematian sesuai PP Nomor 82 Tahun 2019,” ungkapnya.

Dikatakan, selain adanya peningkatan santunan Jaminan Kematian, dalam aturan tersebut juga mengatur kenaikan santuna  Jaminan Kecelakaan Kerja meninggal dunia dimana terdapat tambahan manfaat, yaitu maksimal dua orang anak dari peserta BPJamsostek yang meninggal dunia akan mendapakan beasiswa pendidikan sejak di bangku Taman Kanak Kanak (TK) hingga lulus Perguruan Tinggi dengan nilai kurang lebih Rp 170 juta.

“Bila pekerja meninggal dunia karena kecelakaan kerja, selain mendapatkan santunan Rp 42 juta kali upah, juga mendapatkan manfaat beasiswa yang sebelumnya Rp 12 juta untuk satu orang, kini mendapatkan beasiswa Rp 12 juta untuk dua orang yang dibiaya dari  TK hingga lulus Perguruan Tinggi dengan nilai maksimal 174 juta,” ungkapnya.

Dijelaskan, BPJS Ketenagakerjaan yang saat ini lebih dikenal dengan BPJamsostek adalah badan publik pemerintah yang memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada seluruh pekerja Indonesia melalui 4 programnya yaitu Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Pensiun (JP). (MT-05)

Komentar

News Feed