oleh

Gubernur Maluku Jadi Anak Adat Raja Wanu Kai Sia

AMBON – Dalam kunjungan kerjanya ke Kilmuri, Kabupaten Seram Bagian Timur, Gubernur Maluku Murad Ismail, dikukuhkan sebagai Anak Adat Raja Wanu Kai Sia (Negeri Sembilan), Negeri Adat Kilmuri, Rabu (12/2/2020).

Pengukuhan orang nomor satu di Provinsi Maluku itu dilaksanakan di Rumah Raja Kilmuri, ditandai dengan penyematan kain berang di kepalanya.

Pengukuhan Murad berlangsung hikmat, disaksikan tetua adat dari Gunung Sarbani, Gunung Warleka dan Gunung Kalosawat. Hadir pula 20 utusan desa dan dusun dalam petuanan hukum adat Kilmuri. Proses pengukuhan adat ini disaksikan oleh Bupati dan Wakil Bupati SBT, Sekda Maluku, sejumlah pimpinan OPD di lingkup Pemprov Maluku, dan masyarakat setempat.

Raja Negeri Kilmuri, Jafar Kwairumaratu, mengatakan, penetapan Murad sebagai anak adat telah mendapatkan kesepakatan seluruh strata adat di wilayah Wanu Kai Sia, Kilmuri.

“Hari ini, 35 orang perwakilan dari masing-masing desa dan dusun dibawah wilayah hukum adat Kilmuri telah bersepakat untuk mengangkat Pak Murad sebagai Anak Adat Raja Wanu Kai Sia, Kilmuri. Upacara adat ini juga dihadiri kaum Sarbani, kaum Warlela, dan kaum Kalisawat,” kata Jafar.

Kilmuri adalah salah satu negeri adat tertua di Seram Bagian Timur. Batas petuanannya dari Kota Baru sampai Sumbawa, meliputi Gunung Sarbani di hulu kali Bobot, Gunung Warlela di hulu kali Beli di Teluk Waru, dan di Gunung Kalosawat. Luas wilayah petuanan adatnya cukup besar yakni 166 km persegi, terdiri atas satu desa adat (negeri), 13 desa administratif, dan beberapa dusun. Dengan luas wilayah petuanan seperti itu, menjadikan Kilmuri sebagai negeri adat paling luas wilayah ulayatnya di SBT.

Usai pengukuhan adat, Gubernur Maluku Murad Ismail, mengaku sangat terharu dan sangat berterimah kasih kepada seluruh masyarakat Kilmuri karena diangkat sebagai anak adat setempat.

“Saya terima ini dengan terharu dan memberikan apresiasi kepada Bapak Raja dan seluruh masyarakat Kilmuri yang telah mengangkat dan mempercayai saya menjadi Anak Adat Raja Kilmuri,” ungkapnya.

Setelah diangkat sebagai Anak Adat setempat, kata Murad, dirinya merasa bertanggungjawab terhadap Kilmuri. “Kilmuri menjadi tanggujawab saya,” tandasnya

Ia mengatakan, bila tidak ada aral melintang, dia akan kembali lagi ke Kilmuri. “Kalau saya kembali lagi kesini, kita akan makan patita atau apalah. Atau mungkin setelah saya kembali kesini, ada sesuatu yang akan saya bawa ke sini. Minimal ada sesuatu yang kita buat disini. Apakah OPD-OPD sudah siap menerima perintah Anak Adat Raja Kilmuri yang baru diangkat ini,” ujarnya. (MT-04)

Komentar

News Feed