Sekilas Info

Tahun 2019, BPS: Produksi Beras di Maluku Capai 54,74 Ribu Ton

AMBON – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat produksi beras di Maluku pada tahun 2019 sebesar 54,74 ribu ton.

“Jika produksi padi pada tahun 2019 dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras di Provinsi Maluku pada 2019 sebesar 54,74 ribu ton atau mengalami penurunan sebanyak 10,01 ribu ton atau 15,46 persen dibandingkan tahun 2018.,” Kepala Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Charles Gigir Anidlah kepada wartawan di kantornya, Senin (2/3/2020).

Pada tahun 2019, luas panen padi di Provinsi Maluku diperkirakan sebesar 25,98 ribu hektar.

Kepala Bidang statistik produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Charles Gigir Anidlah menjelaskan, berdasarkan hasil survei kerangka sampel area (KSA) pola panen di provinsi Maluku pada periode Januari sampa Desember tahun 2019 cukup berbeda dengan pola panen tahun 2018.

Jika pada tahun 2018, puncak panen padi terjadi pada bulan Januari, sedangkan pada tahun 2019 puncak panen terjadi pada bulan Agustus.

"Luas panen padi pada tahun 2019 seluas 25,98 ribu hektar dengan luas panen tertinggi yaitu pada bulan Agustus sebesar 4,88 ribu hektar dan luas panen terendah terjadi pada November sebesar 0,18 ribu hektar. Yang jika dibandingkan dengan total luas panen padi pada tahun 2018, luas panen padi  2019 mengalami penurunan sebesar 3,075 ribu hektar atau 10,58 persen,"jelas Charles kepada wartawan diruang rapat kantor tersebut, Senin (2/3/2020).

Ia merincikan untuk total produksi padi di Provinsi Maluku pada 2019 sekitar 98 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG) atau mengalami penurunan sebanyak 17,97 ribu ton atau 15,46 persen dibandingkan tahun 2018.

“Jika dibandingkan antar bulan penurunan produksi terbesar pada 2019 dibandingkan tahun 2018 terjadi pada bulan Januari yaitu 12,14 ribu ton. Produksi tertinggi pada 2019, terjadi pada bulan Agustus yaitu sebesar 18,43 ribu ton dan produksi terendah terjadi pada bulan November yaitu sebesar 0,76 ribu ton. Berbeda dengan produksi pada tahun 2019, dimana produksi padi tertinggi  terjadi pada bulan Januari yaitu sebesar 17,01 ribu ton, sementara produksi terjadi pada bulan September 0,97 ribu ton," rincinya.

Menurutnya, kenaikan produksi padi di Provinsi Maluku tahun 2019, hanya terjadi di kabupaten Seram Bagian Timur. Sementara itu, penurunan produksi padi cukup besar terjadi di Kabupaten Buru dan Malteng, sebagai penghasil padi terbanyak di Provinsi Maluku.

"Tiga kabupaten/kota dengan produksi padi (GKG) tertinggi pada tahun 2018 dan 2019, adalah kabupaten Buru, Kabupaten Malteng, dan kabupaten SBT. Namun, pada tahun 2019 terjadi penurunan produksi pada dua kabupaten yaitu Buru dan Malteng dibandingkan tahun 2018," ungkapnya.  (MT-05)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!