Sekilas Info

Tuntut Perwali Ambon Dicabut, Pedagang & Mahasiswa Beri Waktu Dua Hari

AMBON – Setelah sekian lama melakukan aksi demo, sejumlah pedagang Pasar Mardika bersama mahasiswa akhirnya ditemui oleh Sekretaris Kota Ambon AG Latuheru, di pelataran Balai Kota Ambon, Senin (15/6/2020).

Para pedagang menyampaikan tuntutan mereka yang diserahkan langsung oleh Koordinator lapangan Muhammad Ikbal Rahayaan.

Ikbal mengatakan, dari hasil kajian Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menilai Peraturan Wali Kota Ambon nomor 16 tahun 2020 pasal 27 dan 28 terkait dengan jam operasional pasar tidak berpihak kepada pedagang.

"Kami meminta Pemkot tinjau kembali Perwali yang berlaku atau segera cabut Perwali karena tidak pro terhadap masyarakat. Hari ini kami sampaikan tuntutan, kita berikan waktu selama 2 hari, jika tidak kami akan kembali lagi kesini," tandas Ikbal.

Tak hanya itu, karena PKM merugikan pedagang maka Pemkot diminta untuk percepat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Kami minta agar Pemkot Ambon untuk percepat PSBB, karena sama saja PKM merugikan kami masyarakat terutama pedagang," tandasnya.

Mereka juga eminta Pemkot Ambon untuk terbuka terkait dengan informasi perkembangan Covid-19 di Kota Ambon.

Sementara itu, Sekretaris Kota Ambon AG Latuheru mengatakan, dirinya akan menyampaikan tuntutan para pedagang untuk nantinya di tinjau kembali dan dikaji.

"Saya sudah terima ini tuntutan maka dari itu, saya akan sampaikan kepada Pak Wali Kota Ambon untuk nantinya ditinjau dan dikaji,"ujarnya.

Untuk diketahui, saat demo yang berlangsung hampir tiga jam itu, terjadi aksi saling dorong antara para pendemo dan personel Satpol PP Kota Ambo sehingga membuat salah satu pedagang jatuh pingsan. (MT-05)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!