Sekilas Info

KPCPEN-Pemprov Maluku Bahas Program PEN Bagi UMKM

AMBON – Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang masih melanda negeri ini Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) bersama pemerintah menggelar web seminar.

Dengan mengusung tema sebagai pokok perbincangan "Manfaat Program PEN Bagi UMKM" menghadirkan dua pembicara Semuel Huwae (Kepala Dinas Kominfo Provinsi Maluku) dan Mohammad Nasir Kilkoda (Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Maluku) serta dipandu John A Rumlawang (Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Provinsi Maluku).

Kegiatan yang dilakukan secara online dan sudah digelar Jumat (20/11/2020) siang hingga sore untuk pengembangan pemulihan ekonomi di tengah masyarakat Maluku dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini.

Kadis Kominfo Provinsi Maluku, Semuel Huwae dalam materinya bertajuk “Peranan Diskominfo Untuk UMKM Go Digital” menjelaskan, soal prioritas KPCPEN ada tiga hal yakni Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja dan Indonesia tumbuh.

Karena itu ini diperbuat dengan implementasi PEN diprovinsi Maluku  dalam keputusan Gubernur Maluku yang telah ditetapkan nomor 514 tahun 2020 tentang pembentukan Satgas percepatan pemulihan ekonomi daerah.

Huwae menyebutkan, ditengah pandemi banyak terdpak. Ia menyebutkan  potensi bisnis online dan transformasi digital kebijakan pemerintah yang berpihak kepada UMKM, korporasi dan kegiatan usaha yang berbasis digital tentu akan mendapat keuntungan di era normal baru. Sementara korporasi yang masih menggunakan bisnis tradisional kemungkinan besar akan semakin susah berkembang.

Kolaborasi dan sinergi dengan perusahaan e-commerce tersebut dalam pemasaran barang barang produksi UMKM. Perusahaan tersebut dapat menjadi etalase penjualan barang UMKM dengan jalur distribusi yang sederhana.

"Sebagai contoh Tokopedia membantu pemasaran barang sekitar 9,7 juta UMKM begitupula dengan Shoppee maupun situs lainnya," jelasnya.

Namun demikian Maluku saat ini diperhadapkan dengan letak geografis yang berbentuk provinsi  kepulauan, Masih minimnya infrastuktur telekomunikasi di beberapa Kabupaten, dan masih rendahnya SDM pelaku UMKM dalam memanfaatkan digitalisasi dan  memerlukan Inovasi dan kreativitas pelaku UMKM.

Karena itu peranan  Diskominfo untuk tahun 2020 melalui Kementerian Kominfo RI telah dibangun infrastruktur telekomunikasi pada wayah  sebanyak 128 titik yang tersebar di Kabupaten MBD, Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten KKT dan Kabupaten SBB.

"Untuk rencana pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Provinsi Maluku pada tahun 2021-2024 sebanyak 453 titik. Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku terus melakukan koordinasi yang intens dengan Kemeniterian Kominfo RI dalam rangka kepastian dan percepatan pembangunan infrastruktur dimaksud," ujarnya.

Karena itu, peranan Diskominfo adalah dal upaya pendampingan UMKM dalam rangka pengembangan SDM digital, Melakukan pilot project Pendampingan UMKM Go Digital di Provinsi Maluku Tahun 2021 dan Perlu berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku untuk mengidentifikasi UMKM yang berpotensi.  (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!