Sekilas Info

Protes Syarat Rapid Antigen, Penumpang KMP Ambon-Namlea Datangi Kantor Gubernur

AMBON - Puluhan penumpang Kapal Motor Penyeberangan (KMP) trayek Ambon-Namlea melakukan aksi demo di kantor Gubernur Maluku, Selasa (4/5/2021).

Aksi dilakukan puluhan penumpang melakukan aksi dari pukul 10.00 WIT. Sebelum aksi masyarakat bertolak dari Pelabuhan Penyeberangan Galala menuju kantor Gubernur.

Aksi mereka dipimpin Korlap Arjun Bola melibatkan sekitar 80 warga yang hendak pulang namun terbentur dengan persyaratan surat rapid test antigen yang kembali diberlakukan.

Masyarakat Kabupaten Buru yang merupakan penumpang KMP sangat kecewa dengan aturan yang di berlakukan oleh pemerintah daerah terkait dengan persyaratan keberangkatan menuju Pulau buru.

"Kami meminta agar kelengkapan administrasi yang menggunakan surat rapid antigen agar segera ditiadakan dan kembali menggunakan rapid test antibodi. Saat ini Banyak masyarakat kabupaten Buru yang mengalami hambatan untuk berangkat ke karena  pemerintah telah mengubah aturan kelepangkapan administrasi perjalanan secara tiba-tiba dan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya," teriak pendemo.

Aksi mereka berlangsung hingga siang hari meminta perhatian pemerintah agar memudahkan pemulangan. Apalagi sebagian besar warga kecil yang jika menggunakan rapid harus mengeluarkan uang dan itu sangat dirasakan berat.

Perwakilan  warga kemudian ditemui Kepala Kesbangpol Provinsi Maluku Titus Renwarin  di ruangan rapat Kantor Gubernur Maluku.

Di hadapan Titus, masyarakat  menjelaskan  saat ini penumpang kabupaten Buru semua tidak memiliki rapid antigen dan rapit antibody, karena opini yang beredar di masyarakat bahwa rapit antigen akan diberlakukan dari 6 - 25 Mei 2021, sehingga warga yang pulang ke Kabupaten Buru tidak menggunakan rapid antigen maupun rapid antibody.

"Kami meminta agar penumpang yang hendak berangkat hari ini dan besok agar tidak menggunakan rapit test antigen atau hingga 6 Mei 2021 sejak aturan yang diberlakukan untuk menggunakan rapid test antigen. Kami akan melakukan rapit antigen namun biaya rapit tersebut harus digratiskan. Kami harap pemerintah harus melihat hal itu kembali,sehingga semua masyarakat disetarakan atau disamakan," tandas korlap.

Menanggapi itu Kepala Kesbangpol Provinsi Maluku, Titus Renwarin menyampaikan tujuan dari diwajibkan untuk dilaksanakan repit antigen merupakan suatu kewajiban untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Hal ini juga harus kita patuhi karena ini merupakan aturan yang diberlakukan,” tandasnya.

Usai mendengar penjelasan Renwarin puluhan warga kemudian bubar dan sebagian menunggu pelaksaan rapid test antigen gratis oleh pemerintah di halaman kantor Gubernur Maluku sejak pukul 14.00 WIT.

Kendati pelayanan rapid antigen gratis dibuka kepada warga yang hendak melakukan perjalanan ke Kabupaten Buru, namun sempat terjadi kericuhan lantaran petugas rapid baru saja tiba di kantor gubernur sekitar pukul 15.00 WIT sementara pelaksaan valikasi rapid sebelum pembelian tiket sudah dilakukan pukul 15.00 WIT.

Warga mengamuk karena takut tidak mendapatkan tiket penyeberangan.

Namun demikian, satpol PP dan petugas rapid test berupaya untuk tetap menenangkan warga dan memberikan pelayanan rapid gratis di halaman belakang kantor Gubernur Maluku. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!