Sekilas Info

Tiga Tersangka Kasus Korupsi DLHP Ambon Ditahan

AMBON - Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon akhirnya menahan tiga tersangka korupsi pada Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon.

Ketiga tersangka yaitu LI (Kuasa Pengguna Anggaran), MYT (Pejabat Pembuat Komitmen) dan RMS (Manager SPBU di Kota Ambon).

Penahanan tiga tersangka korupsi penyimpangan penggunaan anggaran tahun 2019 di DLHP ini dilakukan Kejari Ambon setelah melakukan penetapan tersangka pasca  penyelidikan, penyidikan dan didasarkan sejumlah bukti yang dikantongi.

Sebelum ditahan, ketiga tersangka diperiksa sejak pukul 10.00-18.00 WIT dengan dihujani 53 pertanyaan.

"Hari ini kita telah melakukan penahanan penyidikan terhadap 3 orang tersangka yang pertama berinisial LI, RMS dan MYT. MYT dan RMS kita tahan di Rutan Kelas IIA Ambon sedangkan LI di Lapas perempuan Ambon," jelas Kajari Ambon Dian Fris Nalle di aula Kejari Ambon, Jumat (26/8/2021).

Kajari menjelaskan, jaksa juga telah mengantongi hasil audit BPKP Maluku terkait kasus tersebut.

"Dalam penyidikan ini kita sudah dapatkan hasil audit dari BPKP. Diduga dengan kerugian keuangan negara sebesar Rp 3,6 miliar. Sementara kita konsentrasi tahun anggaran 2019. Tahun anggaran 2020 nanti," jelasnya.

Kajari menambahkan, untuk sementara sebagaimana dengan hasil audit dan keterangan ahli BPKP dan keterangan para saksi untuk sementara 3 tersangka selanjutnya akan lihat fakta fakta persidangan.

Pasal yang disangkakan pasal 2 ayat 1, pasal  3 Jo pasal 18 ayat 1, 2 dan 3 undang- undang 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55  1 KUHP.

Sebagaimana diketahui  dugaan korupsi penyimpangan penggunaan anggaran tahun 2019-2020 di Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon.

Anggaran BBM di DLHP Kota Ambon di tahun 2019 salah satunya fiktif dengan nilai sebesar Rp 9 miliar. Indikasi anggaran ini, tidak hanya terjadi pada tahun 2019, namun berlangsung hingga 2020 dengan nilai kerugian yang belum dapat dipastikan. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!