AMBON, MalukuTerkini.com – Pasca ditemukannya mayat perempuan atas nama Erna Wirin (30), warga Desa Nuruwe Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang dimakamkan secara tidak wajar, polisi saat ini sementara mengejar pelaku.
Pelaku diduga merupakan suaminya sendiri, Frans Rumahleiselan yang kini kabur entah kemana.
Korban ditemukan warga dimakamkan secara tidak wajar. Kasus ini sementara dalam penyidikan Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres SBB.
“Sampai saat ini kita masih mengejar pelaku,” jelas Kasat Reskrim Polres SBB, Iptu Irwan Kepada malukuterkini.com, Senin (8/8/2022).
Menurutnya, sudah tiga saksi yang telah diperiksa dan kasus ini sementara masih dalam proses.
“Saksi sudah tiga yang diperiksa kemarin Tadi malam baru dapat dan bawa pagi tadi lanjut periksa lagi,” ujar Irwan.
Sebagaimana diketahui, Korban ditemukan Minggu (7/8/2022) sekitar pukul 12.00 WIT, di hutan Desa Nuruwe.
Korban diketahui bernama Erna Wirin (30) warga Desa Nuruwe. Beredar dugaan korban dibunuh oleh suaminya sendiri Frans Rumahleiselan yang hingga kini menghilang entah kemana.
Informasi dihimpun malukuterkini.com, menyebutkan, sekitar pukul 12.00 Wit, salah satu warga Angky Akollo bersama dengan anjing peliharaannya sedang berburu babi di hutan Desa Nuruwe.
Sekitar pukul 13.30 WIT, ia melewati walang (tempat tinggal korban) dan melihat hewan peliharaan anjingnya tersebut mengendus pada tumpukan tanah (seperti orang yang dikubur) yang berada di sekitar walang milik tempat tinggal korban yang jaraknya sekitar 25 meter.
Melihat tingkah anjing piaraannya, ia kemudian menghampiri tumpukan tanah tersebut dan mencium bau tak sedap di tumpukan tanah tersebut dan melihat ujung jari kaki milik korban keluar dari tumpukan tanah.
Kaget melihat hal tersebut, Akollo lalu meninggalkan TKP dan memberitahukan kejadian dimaksud kepada staf Pemerintah Desa Nuruwe. Informasi itu selanjutnya disampaikan kepada personel Polsek Waisarissa.
Barulah pada pukul 14.00 WIT, personel Polsek Waisarissa yang berjumlah 5 personel dan dipimpin oleh Kapolsek Ipda Hendry Nikijuluw serta staf Pemerintah Desa Nuruwe mendatangi TKP dan langsung memasang police line.
Kabag Ops Res SBB Akp Frangki N Tupan juga langsung menuju TKP di Desa Nuruwe.
Sekurar pukul 17.30 WIT, team identifikasi Polres SBB yang dan dipimpin langsung oleh Kanit Aipda SG Badila tiba di TKP dan melakukan olah TKP.
Usai olah TKP, personel Polsek Waisarissa dan dibantu oleh masyarakat Desa Nuruwe melakukan penggalian terhadap jenazah korban untuk dilakukan otopsi.
Pukul 19.45 WIT, jenazah dibawa menggunakan mobil ambulance Puskesmas Kairatu Barat menuju ke RSU Piru untuk dilakukan otopsi. (MT-04)


Tinggalkan Balasan