AMBON, MalukuTerkini.com – Polda Maluku meraih juara III Lomba Ketahanan Pangan Polri kategori Penambahan Lahan dan Produksi Kluster III dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.

Penghargaan tersebut diterima oleh Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol Jemi Junaidi dalam Awarding Day yang digelar di Gedung The Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).

Polda Maluku menerima piala dan piagam penghargaan dari Kapolri, sekaligus bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang diharapkan semakin memperkuat pengembangan program ketahanan pangan di wilayah Maluku.

Capaian tersebut menempatkan Polda Maluku sejajar dengan jajaran Polda lainnya yang dinilai mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi lahan dan peningkatan produksi pangan.

Bagi Maluku, penghargaan ini memiliki arti strategis. Sebagai wilayah kepulauan dengan karakteristik geografis yang kompleks, upaya meningkatkan produktivitas pangan membutuhkan inovasi, optimalisasi sumber daya dan kolaborasi lintas sektor.

Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto mengapresiasi capaian tersebut dan menegaskan bahwa penghargaan tingkat nasional itu merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Polda Maluku dalam mendukung agenda strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras dan komitmen seluruh jajaran Polda Maluku dalam mendukung program ketahanan pangan. Bagi kami, capaian ini bukan sekadar sebuah prestasi, tetapi menjadi penegasan bahwa Polri dapat mengambil peran nyata dalam mendukung agenda strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional,” ungkap alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ini.

Dijelaskan, kondisi geografis Maluku sebagai daerah kepulauan tidak boleh menjadi penghalang untuk mengembangkan potensi pangan yang dimiliki. Sebaliknya, berbagai sumber daya yang tersedia harus dioptimalkan melalui inovasi dan kerja sama.

“Maluku memiliki potensi yang besar. Tantangan geografis sebagai wilayah kepulauan harus kita jawab dengan inovasi dan kerja bersama. Lahan yang tersedia harus kita dorong menjadi lahan produktif sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah,” jelas mantan Ketua STIK Lemdiklat Polri ini.

Kapolda menegaskan ketahanan pangan tidak boleh dipandang sebagai program jangka pendek maupun sekadar perlombaan, tetapi harus menjadi gerakan berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Ketahanan pangan bukan program sesaat dan bukan hanya untuk mendapatkan penghargaan. Ini merupakan bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat dan kontribusi terhadap ketahanan nasional. Karena itu, apa yang sudah kita capai harus terus dilanjutkan dan dikembangkan agar memberikan hasil yang nyata bagi masyarakat,” tandas mantan Wakapolda Sumatera ini.

Ia juga menyambut baik bantuan alsintan yang diterima Polda Maluku dari Kapolri. Menurutnya, dukungan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat pengelolaan lahan.

“Bantuan alsintan dari Kapolri tentu menjadi dukungan yang sangat berarti. Kita akan mengoptimalkannya untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat pengelolaan lahan dan mendukung masyarakat. Yang terpenting adalah bagaimana bantuan dan program ini benar-benar memberikan nilai tambah serta manfaat bagi masyarakat,” ungkap mantan Kapolrestabes Medan ini.

Kapolda juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, masyarakat, kelompok tani, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem ketahanan pangan yang kuat.

“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Polri tidak dapat bekerja sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, kelompok tani dan seluruh stakeholder agar potensi yang ada dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan,” tandas mantan Wakapolrestabes Bandung ini.

Sementara itu, Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol Jemi Junaidi yang menerima langsung penghargaan tersebut mengaku capaian Juara III merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Polda Maluku dalam mendorong pemanfaatan lahan secara produktif.

“Penghargaan ini bukan semata-mata tentang kemenangan dalam sebuah perlombaan, tetapi menjadi bukti bahwa jajaran Polda Maluku mampu berkontribusi dalam program ketahanan pangan nasional. Bagi kami, yang paling penting adalah bagaimana lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dikatakan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Polda Maluku untuk terus meningkatkan produktivitas dan mengembangkan program ketahanan pangan secara berkelanjutan.

“Kami menjadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik. Ketahanan pangan harus dibangun secara berkelanjutan, tidak berhenti pada kegiatan atau perlombaan, tetapi bagaimana produksi pangan terus meningkat dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” katanya.

Jemi menjelaskan, bantuan alsintan yang diberikan Kapolri kepada Polda Maluku menjadi tambahan kekuatan untuk mendukung pengelolaan lahan dan kegiatan produktif di bidang pertanian.

“Bantuan alsintan ini tentu menjadi tambahan kekuatan bagi kami. Kami akan terus mendorong pemanfaatannya untuk mendukung produktivitas dan memperkuat kolaborasi dengan masyarakat serta para pemangku kepentingan di daerah,” jelasnya.

Ia menegaskan penghargaan tersebut tidak boleh menjadi titik akhir, melainkan momentum untuk memperluas dan meningkatkan program ketahanan pangan di wilayah Maluku.

 “Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan apa yang sudah berjalan. Harapannya, program ketahanan pangan di Maluku dapat semakin produktif, berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat,” tandasnya. (MT-04)