AMBON, MalukuTerkini.com – Baliho ucapan Bulan Ramadan milik DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Maluku yang terpasang di pertigaan Jalan Pitu Ina dan Jalan Rijali dirusaki sejumlah pemuda, Rabu (18/02/2026).
Identitas pelaku akhirnya terungkap. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIT dan dilakukan oleh dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor.
Gwen, pemuda yang tinggal di sekitar lokasi dimaksud, mengaku sebelum melakukan aksi perobekan, kedua pelaku sempat memotret posisi baliho tersebut.
“Keduanya sebelum melakukan pengrusakan sempat memotret posisi baliho, mungkin sebagai laporan, sebelum akhirnya merobek,” ujarnya.
Setelah merusak baliho, kedua pelaku melarikan diri ke arah Karang Panjang dan membuang baliho yang telah dirusak di sekitar rumah dinas Kejaksaan Tinggi di kawasan Karang Panjang.
Gwen bersama rekannya sempat mengejar dan menghentikan keduanya di pinggir kawasan kediaman kejaksaan.
“Saat kami interogasi, mereka mengaku disuruh oleh salah satu mantan petinggi DPW PPP Maluku. Mereka bahkan menyebut nama dan mengajak kami bertemu langsung dengan yang bersangkutan, tapi kami menolak,” ungkap Gwen.
Menanggapi insiden tersebut, Pelaksana Tugas Sekretaris DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Maluku, Muhammad Husein Tuharea, menyatakan pihaknya telah melakukan penelusuran dengan mewawancarai saksi serta menelusuri rekaman CCTV di sepanjang jalur Karang Panjang.
“Kedua saksi telah membantu melihat tiga rekaman CCTV di jalur Karang Panjang. Dari pengakuan pelaku hingga dugaan otak di balik pengrusakan baliho itu sudah diungkap,” tegas Husein.
Ia mengaku, dengan keterangan saksi yang dinilai cukup jelas, kasus ini berpeluang diteruskan ke jalur hukum.
Nama pihak yang diduga menyuruh aksi tersebut, kata dia, sudah dikantongi dan selanjutnya akan diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.
“Siapa yang menyuruh sudah kita kantongi namanya. Nanti biar polisi yang memanggil,” ujarnya.
Selain menempuh jalur hukum, pihaknya juga berencana melaporkan dugaan keterlibatan mantan petinggi DPW tersebut ke DPP PPP di Jakarta untuk diproses secara internal partai.
Husein menyayangkan tindakan perusakan tersebut, terlebih baliho yang dirusak merupakan spanduk ucapan Ramadan, bukan atribut politik.
“Di zaman yang serba digital ini, cara-cara seperti ini masih terjadi. Ini hanya spanduk ucapan Ramadan, bukan spanduk politik,” ungkapnya. (MT-04)


Tinggalkan Balasan