AMBON, MalukuTerkini.com – Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto memimpin Taklimat Akhir Audit Kinerja Itwasda Polda Maluku Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Aula Basudara Manise, Mapolda Maluku, Ambon, Jumat (29/5/2026).
Kapolda menegaskan kepercayaan publik merupakan modal utama yang menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas kepolisian.
“Karena itu, seluruh jajaran Polri dituntut terus memperkuat profesionalisme, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui tata kelola organisasi yang semakin baik,” tandas alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ini.
Audit tersebut menjadi bagian penting dari mekanisme pengawasan internal Polri untuk mengevaluasi aspek perencanaan dan pengorganisasian pada seluruh satuan kerja, sekaligus memastikan pelaksanaan tugas kepolisian berjalan efektif, transparan, dan akuntabel dalam mendukung pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Hadir dalam kegiatan itu Irwasda Polda Maluku, para Pejabat Utama Polda Maluku, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, serta para Kapolres jajaran yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun melalui konferensi video.
Dalam arahannya, Kapolda meegaskan audit kinerja tidak boleh dipandang sebagai instrumen untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai sarana evaluasi dan pembelajaran organisasi guna memperkuat kualitas pelayanan serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Polri.
“Temuan audit bukan untuk menjatuhkan organisasi, tetapi menjadi sarana introspeksi dan pembelajaran agar kita dapat memperbaiki kekurangan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tandas mantan Ketua STIK Lemdiklat Polri ini.
Menurutnya, perencanaan yang matang dan pengorganisasian yang efektif merupakan fondasi utama bagi terbangunnya institusi kepolisian yang profesional dan adaptif terhadap berbagai tantangan keamanan yang terus berkembang.
“Seluruh pejabat utama, kepala satuan kerja, dan jajaran kewilayahan hars memahami secara menyeluruh hasil audit yang telah disampaikan, kemudian menindaklanjutinya secara sistematis agar setiap rekomendasi benar-benar menghasilkan perbaikan yang nyata,” ungkap mantan Wakapolda Sumatera Utara ini.
Kapolda juga mengingatkan pentingnya membangun budaya organisasi yang sehat dan berintegritas dengan menghilangkan praktik temuan berulang yang berpotensi menghambat kinerja institusi.
“Saya berharap tidak ada lagi temuan yang berulang dari tahun ke tahun, tidak ada penambahan temuan, terlebih temuan yang bersifat fatal hingga mengarah pada pelanggaran pidana maupun administrasi berat,” ujar mantan Kopolrestabes Medan ini.
Dikatakan,tantangan Polri saat ini tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga bagaimana menjaga dan meningkatkan legitimasi institusi di mata masyarakat.
“Kewenangan yang diberikan oleh undang-undang harus diimbangi dengan kepercayaan publik yang dibangun melalui pelayanan yang profesional, responsif, humanis, dan berkeadilan. Sebesar apa pun kewenangan yang kita miliki, tanpa kepercayaan masyarakat maka pelaksanaan tugas tidak akan berjalan optimal. Karena itu pelayanan yang humanis, profesional, dan responsif harus terus diperkuat,” kata mantan Wakapolrestabes Bandung ini. (MT-04)

Tinggalkan Balasan