AMBON, MalukuTerkini.com – Bandara Internasional Pattimura mengampanyekan “Budaya Rawat Fasilitas” kepada seluruh pengguna jasa dan pekerja di lingkungan bandara.
Kampanye itu merupakan Komitmen untuk memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman dan membanggakan terus diwujudkan Bandara Internasional Pattimura.
Kampanye dimaksud menjadi langkah positif untuk menciptakan bandara yang bersih, tertata, dan ramah bagi semua.
Melalui budaya merawat fasilitas bersama, Bandara Pattimura ingin membangun rasa memiliki dan kebanggaan terhadap Bandara kebanggaan masyarakat Maluku.

Imbauan ini dikeluarkan menyusul adanya dugaan pemborosan air, pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya, hingga hilangnya fasilitas sanitasi di beberapa titik area toilet Kargo.
Manajemen bandara menegaskan kenyamanan terminal dan area operasional merupakan tanggung jawab bersama. Khusus di area kargo dan wilayah airside, pengelola memberikan peringatan simpatik namun tegas kepada seluruh mitra kerja untuk mematuhi tiga hal esensial:
- Hemat Energi : Memastikan keran air ditutup sempurna guna mencegah terbuangnya air bersih secara percuma.
- Jaga Inventaris: Dilarang keras melepas, merusak, atau memindahkan aset fasilitas seperti keran air, tempat sampah dan fasilitas lainnya dari lokasi aslinya.
- Cegah Kerusakan fasilitas dan lingkungan : Menggunakan tisu secukupnya dan membuangnya ke tempat sampah untuk menghindari penyumbatan pada wastafel dan kloset.
General Manager Bandara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton kepada malukuterkinii.com Kamis (13/8/2026) menegaskan bandara adalah rumah bersama.
“Dengan merawat fasilitas seperti toilet, dan area publik lainnya, kita turut menjaga kenyamanan perjalanan setiap orang,” tandasnya.
Ia mengatakan kedisiplinan kecil seperti mematikan keran air, menjaga aset tetap di tempatnya, dan membuang tisu pada tempatnya adalah cerminan dari profesionalisme kita bersama.
“Mari jadikan bandara kita tempat yang nyaman, bersih, dan berstandar internasional, bukan hanya untuk tamu dan penumpang, tapi juga untuk kenyamanan kita yang bekerja di dalamnya setiap hari,” katanya.
Dikatakan, layanan prima lahir dari lingkungan yang kita rawat bersama. “Mari wujudkan Bandara Pattimura yang bersih, indah, dan menjadi pintu gerbang Maluku yang membanggakan Melalui sinergi dan kesadaran kolektif dari seluruh pihak,” katanya.
Manajemen bandara Internasional Pattimura optimis ekosistem bandara akan terus terjaga kebersihan dan kehandalannya demi memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat luas. (MT-01)
