oleh

Pengemudi Usul Tarif Batas Bawah Ojol Naik Jadi Rp 2.200/Km

-Ekonomi-132 views

JAKARTA – Para pengemudi ojek online (ojol) meminta pemerintah mengevaluasi alias menaikkan tarif. Pengemudi meminta tarif dinaikkan karena iuran BPJS Kesehatan dan UMP mengalami kenaikan.

Berdasarkan keterangan Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Ahmad Yani, para pengemudi meminta agar tarif ojol seperti diusulkan sebelumnya yakni Rp 2.200 hingga Rp 2.400 per km. Artinya, ada kenaikan tarif batas bawah yang sebelumnya Rp 2.000 per km.

“Dia menargetkan hitungan yang dulu, yang awal, seperti hitungan yang lalu Rp 2.200-2.400/km,” kataya di Kemenhub, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Pembahasan mengenai tarif sendiri akan dilaksanakan Jumat mendatang (24/1/2020). Dalam pembahasan ini, pemerintah melibatkan perwakilan sopir ojol hingga Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang mewakili masyarakat pengguna.

Dalam pembahasan itu, jelasnya, Kemenhub akan bersama-sama melakukan evaluasi tarif berdasarkan komponen pembentuknya bersama driver. Setelah ketemu sebuah angka, maka akan dibahas dengan YLKI.

“Terkait tarif ini pemerintah akan evaluasi komponen tadi, setelah dibahas bersama mereka pagi hari keluarlah satu angka. Apakah angka itu disetujui YLKI, masyarakat kan belum tentu setuju, artinya kami nyari titik tengahnya,” jelasnya.

Ahmad tak bisa memastikan tarif ojol selanjutnya. Dikatakan, tarif bisa naik bisa juga turun.

“Bahwa tarif itu setelah dihitung bisa naik, bisa turun karena juga ada komponen tarif yang turun, misalnya harga Pertalite turun,” katanya.

Sebagai informasi, tarif ojol yang berlaku saat ini sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 tahun 2019 yang merupakan turunan atas Permenhub 12/2019. Tarif diatur berdasarkan zonasi.

Ketentuan tarif untuk masing-masing zona adalah, Zona I (Sumatra, Jawa, Bali kecuali Jabodetabek): Rp 1.850-2.300 per km dengan biaya minimal Rp 7.000-10.000.

Berikutnya Zona II (Jabodetabek): Rp 2.000-2.500 per km dengan biaya minimal Rp 8.000-10.000.

Terakhir Zona III (Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan lainnya): Rp 2.100-2.600 dengan biaya minimal Rp 7.000-10.000.

Tarif tersebut mulai diterapkan di seluruh wilayah operasi ojol, di mana Grab adalah 224 kota dan Gojek 221 kota. (MT-06)

Komentar

News Feed