Sekilas Info

Politisi Partai Golkar Maluku Resmi Dipolisikan Kapolres SBT

LAPORKAN - Kapolres SBT AKBP Andre Sukendar (kanan) resmi mempolisikan Koordinator Bidang Kepartaian DPD Partai Golkar Maluku Yusri AK Mahedar di SPKT Polda Maluku, Minggu (15/11/2020).

AMBON – Koordinator Bidang Kepartaian DPD Partai Golkar Maluku Yusri AK Mahedar resmi dipolisikan oleh Kapolres Seram Bagian Timur (SBT) AKBP Andre Sukendar, Minggu  (15/11/2020).

Mahedar dilaporkan ke Polda Maluku atas tuduhan tindak pidana pecemaran nama baik atau fitnah terhadap institusi kepolisian.

Kapolres SBT dengan menggunakan mobil Vitara Hitam DE 1193 AF tiba di Mapolda Maluku pukul 14.07 WIT. Ia mengenakan kemeja biru motif bunga langsung menuju SPKT Polda Maluku dan melaporkannya Mahedar secara resmi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya mencoreng institusi kepolisian. Tanda bukti laporan tersebut tercatat bernomor TBL /322/XI/2020/MALUKU/SPKT

Pernyataan politisi Partai Golkar Provinsi Maluku ini dinilai mencoreng institusi kepolisian lantaran menuding adanya tindakan intimidasi yang dilakukan jajaran kepolisian di Kabupaten SBT kepada kepala desa untuk memilih satu pasangan calon.

Pernyataan Mahedar itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama DPP Partai Golkar secara virtual beberapa waktu lalu.

"Jadi hari ini saya melaporkan soal pernyataan yang dikeluarkan terlapor atau pernyataan yang tidak benar, berkata bohong dan termasuk pencemaran nama baik kami. Itu sangat merugikan institusi kepolisian khususnya di Kabupaten SBT. Oleh karena itu saya selaku Kapolres sebagi pimpinan kepolisian di Kabupaten SBT melaporkan kejadian dimaksud. Karena pernyataan disampaikan itu bahwa menyatakan Kepolisian di SBT melakukan intimidasi dengan cara memanggil beberapa kepala desa," ungkap Kapolres SBT kepada wartawan di Mapolda Maluku, Minggu (15/11/2020).

Kapolres menjelaskan, dalam laporan tersebut ia telah menyodorkan bukti pemberitaan media dan rekaman pernyataan Mahedar yang sudah beredar luas di media sosial.

"Untuk sementara bukti yang saya serahkan copy media online Kabar Timur edisi 12 Bovember 2020 dan juga rekaman yang beredar di medsos yang diduga adalah suara dari terlapor. Karena apa yang dikeluarkan di rekaman itu tidak kurang tidak lebih sama yang disampaikan media tersebut. Tidak mungkin saya melakukam intimidasi apalagi harus memanggil kades untuk mengarahkan sesuatu apa itubertenyanh dan berkaitan pilkada," jelasnya.

Usai melaporkan di SPKT, Kapolres SBT langsung menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Maluku. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!