Sekilas Info

Triwulan II/2021, Sektor Jasa Keuangan di Maluku Stabil

AMBON - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku Roni Nazra mengaku sektor jasa keuangan di Provinsi Maluku triwulan II tahun 2021 dalam kondisi stabil, sebab didukung permodalan yang kuat serta likuiditas yang memadai.

Dikatakan, fungsi intermediasi sektor jasa keuangan juga berjalan baik terlihat dari pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) yang positif serta dengan rasio kredit/pembiayaan bermasalah (NPL) yang relatif terjaga.

"Per Juni, total aset perbankan sebesar Rp24,83 triliun, meningkat Rp 1,39 triliun atau 5,92% (yoy) dan DPK tumbuh sebesar Rp 190,17 miliar atau 1,26% (yoy). Total DPK posisi Juni 2021 sebesar Rp 14,26 triliun dengan komposisi terbesar dari produk tabungan masyarakat sebesar Rp 8,48 triliun atau 59,46% dari total DPK Perbankan," kata Nazra dalam rilis yang diterima malukuterkini.com, Kamis (23/9/2021).

Sementara itu, total penyaluran kredit perbankan posisi 30 Juni 2021 sebesar Rp 15,21 triliun atau tumbuh Rp 1,02 triliun atau sebesar 7,19% (yoy) dengan rasio non performing loan yang masih terjaga.

Pertumbuhan kredit yang ekspansif pada kuartal 2 menyebabkan rasio Loan to Deposit (LDR) Bank meningkat sebesar 5,51% selama setahun terakhir atau menjadi 99,69%.

"Hal ini menunjukkan aktivitas perekonomian di Provisni Maluku mulai menggeliat," ujarnya.

Dikatakan, pada sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), juga memperlihatkan pertumbuhan yang tercermin dari total aset dana pensiun tumbuh 32,82% dalam setahun terakhir, menjadi sebesar Rp 252,33 miliar, investasi tumbuh 13,62% yoy atau menjadi Rp 172,92 miliar dan pembiayaan modal ventura tumbuh sebesar 10,04% yoy atau menjadi Rp 3,46 miliar serta perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 3,96% yoy atau menjadi Rp 811,61 miliar.

Begitu juga dengan sektor pasar modal regional juga menunjukan tren positif.

Jumlah investor yang tercermin dari jumlah SID tercatat sebanyak 15.725 atau bertambah sebanyak 2.518 investor pada kuartal 2 2021. Peningkatan terbesar berasal dari pertumbuhan investor reksadana sebesar 1.842 investor atau menjadi sebanyak 10.099 investor dan dikuti dengan pertumbuhan investor saham sebanyak 633 atau menjadi sebanyak 4.872 investor.

"Pertumbuhan jumlah investasi pada pasar modal juga diiringi kenaikan nilai kepemilikan efek di pasar saham sebesar Rp44 miliar atau tumbuh 84,02% (yoy) menjadi total sebesar Rp 81,28 miliar," rincinya. (MT-05)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!