Sekilas Info

Eks Bupati Bursel Ditahan di Blok Anggrek Rutan Ambon

AMBON, MalukuTerkini.com - Tiba di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon, eks Bupati Buru Selatan (Bursel) Tagop Sudarsono Soulisa menjalani pemeriksaan dan kemudian ditahan di Blok Anggrek  yang merupakan blok  khusus tahanan Tipikor.

Tagop tak sendiri, ia digiring bersama tersangka  Johny Rynhard Kasman, Rabu (8/6/2022) ke Rutan Ambon setelah diterbangkan dari Jakarta oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun hanya Tagop yang ditahan di Rutan Kelas IIA Ambon, sementara Johny Rynhard Kasman  di Rutan Polda Maluku.

Tagop yang tiba di Rutan Ambon pada pukul 09.30 WIT, setelah menjalani pemeriksaan kemudian langsung ditahan di Blok Anggrek  yang merupakan blok  khusus tahanan Tipikor.

Kepala Devisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Provinsi Maluku, Saiful Sahri menjelaskan, setelah tiba eks Bupati Bursel ini menjalani pemeriksaan seperti biasanya.

"Benar tadi pagi di Rutan Ambon telah menerima dua tahanan baru dari KPK. Selanjutnya ketika tiba dilakukan pemeriksaan seperti biasanya barulah di masukan ke blok hunian," jelas Saiful di Ambon, Rabu (8/6/2022).

Sebagaimana diketahui, KPK menetapkan mantan Bupati Buru Selatan dua periode, Tagop Sudarsono Soulisa sebagai tersangka kasus dugaan suap, gratifikasi, hingga Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Tagop ditetapkan sebagai tersangka KPK bersama dua orang lainnya, yakni orang kepercayaannya, Johny Rynhard Kasman dan pihak swasta, Ivana Kwelju.

Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa di Buru Selatan.

Tagop diduga telah menerima fee sedikitnya Rp10 miliar dari beberapa rekanan yang mengerjakan proyek pengadaan barang dan jasa di Buru Selatan melalui Johny Rynhard. Uang Rp10 miliar itu, salah satunya berasal dari Ivana Kwelju.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan tim KPK, uang sebesar Rp 10 miliar itu diduga telah dialihkan oleh Tagop ke sejumlah aset.

Tagop diduga mencuci uangnya sejumlah Rp10 miliar dengan membeli aset atas nama orang lain. Hal itu dilakukan Tagop agar aset hasil korupsinya tidak diketahui KPK.

Atas perbuatannya, Ivana Kwelju sebagai pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan Tagop dan Johny, disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan Pasal 3 dan atau 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!