Sekilas Info

Mantan Gubernur Maluku Sakit Lagi, Polisi Kembali Tunda Periksa

Mantan Gubernur Maluku, Said Assagaff

AMBON, MalukuTerkini.com - Mantan Gubernur Maluku Said Assagaff masih berhalangan hadir guna diperiksa terkait kasus dugaan korupsi kasus tukar guling aset Pemprov Maluku dengan aset milik Yayasan Poitech Hok Tong yang dilakukan tahun 2017 lalu.

Sesuai agenda hari ini,  Selasa (11/10/2022), Assagaff harus diperiksa lantaran pada Selasa (27/9/2022) lalu tidak memenuhi panggilan dengan alasan yang sama sakit.

Namun lagi-lagi belum memenuhi panggilan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku.

Direskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol Harold Wilson Huwae megaku yang bersangkutan menginformasikan sakit namun belum ada catatan atau riwayat dari dokter ahli.

"Yang bersangkutan beralasan sakit tetapi tidak ada catatan /riwayat sakit yang bersangkutan dari dokter ahlinya," jelas Huwae kepada malukuterkini.com di kantor Ditreskrimsus Polda Maluku, Selasa (11/10/2022).

Saat ditanyakan langkah lanjutan oleh penyidik, Huwae belum menyampaikan namun menurutnya pemeriksaan terhadap mantan Gubernur Maluku harus tetap dilakukan guna kepentingan penyidikan kasus tersebut.

Sebelumnya,  mantan Sekda Maluku Hamin bin Thahir dan mantan Kepala Perpustakaan Daerah Maluku Femmy Sahetapy sudah diperiksa penyidik subdit III Selasa (27/10/2022) lalu.

Sementara itu sebelumnya lagi, penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku, menggarap 4 eks pimpinan DPRD Provinsi Maluku  periode 2014-2019.

Keempat mantan pimpinan dewan ini yaitu, satu mantan ketua dan tiga mangan wakil ketua yakni mantan Ketua DPRD Maluku Edwin A Huwae, kemudian  Richard Rahakbauw,  Said Mudzakir Assagaff dan Elviana Pattiasina masing-masing mantan wakil ketua DPRD Maluku.

Objek dalam tukar guling lahan yang di bidik polisi itu diantaranya  lahan tempat berdirinya perpustakaan wilayah milik Pemprov Maluku yang terletak di Jalan AY Patty,  Kecamatan Sirimau dengan lahan milik Yayasan Poitech Hok Tong di kawasan Wailela,  Rumah Tiga Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.

Dimana dalam proses tukar guling ini diduga ada indikasi kerugian negara sekitar sebab lahan milik Pemda tersebut  memiliki nilai jauh lebih mahal dibanding dengan lahan milik Yayasan Poitech Hok Tong. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!