Sekilas Info

8,55 Ton Pala & Fulli Maluku Diekspor ke Belanda

AMBON, MalukuTerkini.com – Sebanyak 8,55 ton pala dan fulli asal Maluku diekspor ke Belanda, Senin (20/5/2024).

Rinciannya terdiri dari 7.300 kg pala yang dikemas dalam 292 karung dan 1.250 kg fulli dalam 50 karung. Produk ekspor tersebut memenuhi 1 kontainer berkapasitas 20 feet.

Ekpor dilakukan oleh PT Kamboti Rempah Maluku melalui Pelabuhan Yos Sudarso – Ambon dengan menggunakan jasa KM Meratus Pariaman.

Ibrahim Hasan, petugas Karantina Satuan Pelayanan Pattimura, Pos Pelayanan Yos Sudarso melakukan pengawasan pemuatan pala dan fulli tersebut.

"Proses lalu lintas pala dan fulli hari ini sama dengan tahun sebelumnya, Karantina Maluku menerbitkan KT-12 (sertifikat antar area) dan nanti dari Karantina Surabaya akan menerbitkan KT-10 (sertifikat ekspor), namun untuk PEB langsung tercatat dari Ambon," ungkap Isnaniah Tawainella, Katim Karantina Tumbuhan Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Maluku (Karantina Maluku)

Ia berharap kedepan pengiriman produk ekspor bisa langsung dari Maluku

“Kami masih berbenah diri sehingga pengiriman bisa langsung dari Maluku, yang pastinya Karantina Maluku tidak bisa melakukan sendiri, harus ada kerja sama dan sinergitas yang apik dari semua pihak baik pemerintah maupun swasta untuk mewujudkan hal tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Maluku (Karantina Maluku), Abdur Rohman menjelaskan Karantina Maluku akan selalu mendukung segala bentuk kegiatan ekspor komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan asli Maluku sehingga dapat meningkatkan roda perekonomian di Maluku.

“Berbagai hal akan dilakukan untuk mewujudkan proses tersebut sesuai arahan kepala Badan Karantina Indonesia,” ujarnya.

Selama tahun 2023 kemarin tercatat sebanyak 4 kali  pengiriman rempah asli Maluku ke pasar internasional dengan total 56.863 kg dengan PEB yang tercatat langsung dari Ambon. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!