Sekilas Info

Petugas Karantina Gagalkan Penyelundupan Ular Asal Ambon

AMBON, MalukuTerkini.com - Petugas Karantina Papua Barat Daya berhasil menggagalkan penyelundupan seekor ular patola di Pelabuhan Sorong, Senin (3/6/2024).

Ketua Tim Penegakan Hukum, Karantina Papua Barat Daya, Arief Dharmawan, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Kecurigaan terhadap penyelundupan tersebut muncul ketika petugas di lapangan, Dahlan Sengadji dan Dian Mahfuuzhoh, mencurigai adanya kontainer yang terlihat ringan dan berlubang.

“Saat itu KM Labobar sedang bersandar, kami melihat seorang penumpang yang membawa kontainer. Karena terlihat ringan dan berlubang maka penumpang kami periksa, dan setelah diperiksa ternyata berisi 1 ekor ular asal Ambon yang tidak dilengkapi dengan sertifikat karantina dari daerah asal,” jelas petugas Karantina Papua Barat Daya, Dian Mahfuuzhoh.

Dian mengatakan ular segera diamankan dan dibawa ke kantor induk, pemilik juga bersedia ikut ke kantor untuk dimintai keterangan. Berdasarkan pengakuan dari pemilik ular, media pembawa tersebut dibawa masuk ke Sorong untuk dijadikan sebagai bahan baku obat tradisional.

“Akibat kondisi ular lemah dan tidak merespon dengan baik, reptil tersebut segera diproses untuk diserahkan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat,” katanya.

Penyelundupan tersebut telah melanggar pasal 35 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Pelanggaran terhadap pasal tersebut dapat dikenakan pidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak dua miliar rupiah.

Selain itu, peredaran satwa liar ini diatur oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Sementara itu, Kepala Karantina Papua Barat Daya, Sugeng Prayogo mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan.

“Kepatuhan terhadap aturan karantina adalah kunci dalam mencegah masuk, keluar dan tersebarnya penyakit baik pada hewan, ikan dan tumbuhan,” ujarnya. (MT-03)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!