AMBON, MalukuTerkini.com – Kepulauan Maluku kini berada di ambang transformasi ekonomi besar melalui strategi pemasaran internasional yang inovatif.

Dengan mengandalkan kekayaan biodiversitas dan warisan budaya sebagai aset strategis, wilayah kepulauan ini diproyeksikan mampu bersaing di pasar global.

Hal itu diungkapkan Akademisi La Trobe University Melbourne – Australia,  Dr Marthin G Nanere saat Seminar Internasional dalam rangka Dies Natalis ke-63 Unpatti, Rabu (22/4/2026),

Seminar Internasional yang berlangsung secara hybrid dan dipusatkan di Gedung Pascasarjana Unpatti ini mengusung tema “Elevating the Role of the University in the Sustainable Development of Archipelagic Region”.

Dalam presentasi yang disampaikan secara daring bertajuk “International Marketing Strategies and the Application of AI in the Moluccas Archipelago”, Nanere mengaku kunci keberhasilan ini bukan sekadar mengekspor barang, melainkan melakukan pemasaran internasional yang strategis dan proaktif.

Menurutnya, tantangan geografis seperti biaya logistik yang tinggi akibat dispersi wilayah harus dijawab dengan diferensiasi produk, bukan dengan adu harga atau skala produksi.

“Pesan utamanya bukanlah AI yang mengglobalisasi Maluku, melainkan strategi—yang didukung oleh AI—memungkinkan kawasan ini untuk masuk kembali ke pasar global dengan cara dan ketentuannya sendiri,” ungkapnya.

Ia menjelaskan teknologi AI berfungsi membantu pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Maluku dalam mendeteksi permintaan pasar, menjangkau target audiens yang spesifik, dan mengatasi hambatan komunikasi multibahasa.

Walaupun teknologi menawarkan kemudahan,. Nanere mengingatkan pentingnya menjaga autentisitas.

“Keberhasilan segmentasi pasar sangat bergantung pada penyelarasan nilai-nilai global dengan realitas produksi lokal dan keaslian produk,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Integrasi antara teknologi modern dan pengetahuan lokal ini diharapkan mampu membawa Maluku menjadi wilayah yang terkoneksi secara global dan berbasis nilai (value-driven).

“Hasil yang berkelanjutan akan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, tata kelola yang baik, serta koordinasi antarlembaga. Kecerdasan buatan berfungsi sebagai pemungkin (enabler), yang mengurangi jarak dan kesenjangan informasi bagi daerah pinggiran seperti Maluku,” jelasnya.

Seminar internasional tersebut menghadirikan pembicara yaitu Dr Marthin G Nanere (La Trobe University Melbourne – Australia), Prof Sun-Kee Hong (Mokpo National University South Korea), Prof Reynokd Tan (University of The Philippines Visayas), Prof Simon HT Raharjo (Fakultas Pertanian UnpattI) dan Prof Alex SW Retraubun (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpatti).

Seminar Internasional ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, para dekan, para direktur, para ketua lembaga, para guru besar, para dosen, tenaga kependidikan, para mitra strategis, serta seluruh sivitas akademika universitas. (MT-01)