AMBON, MalukuTerkini.com – Universitas Pattimura (Unpatti) menegaskan targetnya untuk bertransformasi dari sekadar institusi pendidikan lokal menjadi pemain kunci di kancah global.

Saat membuka Seminar Internasional dalam rangka Dies Natalis ke-63 Unpatti, Rabu (22/4/2026), Rektor Unpatti, Prof Dr Fredy Leiwakabessy MPd menyampaikan pidato progresif bertajuk “Menuju Universitas Kepulauan Berkelas Dunia”.

Seminar Internasional yang berlangsung secara hybrod dan dipusatkan di Gedung Pascasarjana Unpatti ini mengusung tema “Elevating the Role of the University in the Sustainable Development of Archipelagic Region”.

Dalam sambutannya, Prof Leiwakabessy menegaskan Unpatti memiliki identitas yang unik yang tidak dimiliki universitas lain. Terletak di wilayah kepulauan, Unpatti membawa misi khusus melalui Pola Ilmiah Pokok (PIP) Bina Mulia ke Lautan.

“Unpatti tidak boleh menjadi institusi yang generik. Kita memiliki DNA yang khas: maritim, pertanian pulau, hukum adat, hingga teknologi yang relevan bagi Indonesia Timur. Kita tidak hanya membina manusia, tapi membina kemuliaan ilmu yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat pulau,” tandasnya.

Leiwakabessy juga memaparkan visi “Unpatti Unggul, Bersinar, menuju Universitas Berkelas Dunia” yang didukung oleh data capaian yang terukur.

Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan antara lain :

  • Penguatan Mutu Dosen: Saat ini, 35,28% dosen telah bergelar Doktor (S3), dengan target mencapai 50% pada tahun 2030.
  • Internasionalisasi: Unpatti menargetkan peningkatan mahasiswa internasional hingga 5% dan penggandaan publikasi ilmiah internasional pada tahun 2030.
  • Tata Kelola Prima: Unpatti mencatatkan nilai SAKIP 83,45 (Predikat A) pada 2025 dan meraih peringkat ke-3 BLU pelaksana anggaran terbaik di Maluku.

Kendati mencatatkan kemajuan pesat di bidang tata kelola dan metode pembelajaran case method (yang mencapai 66%), Leiwakabessy memberikan catatan kritis pada aspek daya saing lulusan.

“Berdasarkan data IKU 2025, realisasi lulusan yang bekerja, berwirausaha, atau lanjut studi baru mencapai 21,82% dari target 60%. Ini adalah peringatan bagi kita semua. Kita harus bekerja lebih serius agar kurikulum kita benar-benar relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ungkapnya.

Ke depan, Leiwakabessy memproyeksikan Unpatti menjadi universitas yang mandiri secara finansial.

“Pendapatan dari sektor industri ditargetkan melonjak dari 5% menjadi 30% pada tahun 2030. Strategi ini diharapkan mampu menyokong riset-riset inovatif yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat Maluku,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen kampus untuk tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Kita sudah memiliki visi, arah, dan data. Yang kita perlukan sekarang adalah keberanian untuk mengeksekusi. Mari kita wujudkan Unpatti yang benar-benar berkelas dunia,” tandasnya.

Seminar internasional tersebut menghadirikan pembicara yaitu Dr Marthin G Nanere (La Trobe University Melbourne – Australia), Prof Sun-Kee Hong (Mokpo National University South Korea), Prof Reynokd Tan (University of The Philippines Visayas), Prof Simon HT Raharjo (Fakultas Pertanian UnpattI) dan Prof Alex SW Retraubun (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpatti).

Seminar Internasional ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, para dekan, para direktur, para ketua lembaga, para guru besar, para dosen, tenaga kependidikan, para mitra strategis, serta seluruh sivitas akademika universitas. (MT-01)