AMBON, MalukuTerkini.com – Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar Seminar Internasional bertajuk “Elevating the Role of the University in the Sustainable Development of Archipelagic Region” dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-63, Rabu (22/4/2026).

Seminar Internasional yang berlangsung secara hybrid di Gedung Pascasarjana Unpatti ini menghadirkan pakar dari Mokpo National University Korea Selatan, Prof Dr Sun-Kee Hong.

Dalam pemaparannya yang berjudul “The Role of The University for Sustainable and Resilient Island Future”, Prof Hong menjelaskan pulau-pulau merupakan ruang ekologis dan sosial yang sangat sensitif.

“Wilayah kepulauan saat ini berada di garis depan perubahan global, mulai dari ancaman kenaikan permukaan laut, degradasi ekosistem, hingga tantangan sosial seperti migrasi kaum muda ke luar daerah. Masa depan pulau sangat penting karena wilayah ini menunjukkan tantangan sekaligus kemungkinan dalam keberlanjutan. Di sini, universitas berperan menguji ide-ide baru yang terhubung langsung dengan komunitas lokal dan industri regional,” jelas Prof Hong dalam materinya yang disampaikan secara daring.

Ia juga memaparkan konsep “Universitas Glocal”, yaitu institusi yang berakar kuat pada realitas lokal namun tetap terhubung dengan jaringan pengetahuan global.

“Universitas tidak lagi sekadar menjadi institusi pengajaran atau “menara gading”, melainkan harus bertransformasi menjadi mesin ekosistem yang merespons tantangan regional secara nyata,” ungkapnya.

Prof Hong menjelaskan lima fungsi sinkron universitas dalam membangun ketahanan wilayah kepulauan yaitu Produsen Pengetahuan: Melakukan riset tentang perubahan iklim dan mata pencaharian lokal untuk mendukung kebijakan berbasis bukti; Inkubator Bakat: Mendidik pemimpin masa depan yang memiliki kompetensi global sekaligus pemahaman lokal yang mendalam; Platform Inovasi: Menguji solusi praktis dan mendorong transisi hijau serta digital; Mitra Komunitas: Bekerja sama dengan penduduk lokal dan menghormati pengetahuan ekologi tradisional dan Penghubung Global: Menghubungkan isu-isu lokal dengan jaringan internasional.

“Masa depan pulau dan masa depan universitas harus dibayangkan secara bersama-sama. Keberlanjutan wilayah kepulauan memerlukan integrasi antara ekologi, budaya, pendidikan, dan tata kelola,” jelasnya.

Seminar internasional tersebut menghadirkan pembicara yaitu Dr Marthin G Nanere (La Trobe University Melbourne – Australia), Prof Sun-Kee Hong (Mokpo National University South Korea), Prof Reynokd Tan (University of The Philippines Visayas), Prof Simon HT Raharjo (Fakultas Pertanian UnpattI) dan Prof Alex SW Retraubun (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpatti).

Seminar Internasional ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, para dekan, para direktur, para ketua lembaga, para guru besar, para dosen, tenaga kependidikan, para mitra strategis, serta seluruh sivitas akademika universitas. (MT-01)