AMBON, MalukuTerkini.com – Potensi kelapa di Maluku Utara seakan tak ada habisnya. Jika selama ini kopra menjadi produk unggulan, kini hadir produk turunan lain yang tak kalah menarik, yaitu “salju putih” Maluku Utara atau kelapa parut kering.

Kelapa parut kering merupakan daging kelapa yang diparut kemudian dikeringkan hingga memiliki kadar air yang sangat rendah.

Produk ini dikenal luas dengan istilah desiccated coconut dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan campuran dalam pembuatan kue maupun sebagai taburan berbagai hidangan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Maluku Utara terus mendorong hilirisasi komoditas kelapa guna meningkatkan nilai tambah.

Salah satu hasil nyata dari upaya tersebut adalah produksi kelapa parut kering yang kini mulai dipasarkan ke berbagai daerah, termasuk ke Surabaya.

Sebelum diberangkatkan, sebanyak 24 ton kelapa parut kering telah melalui proses pemeriksaan oleh petugas Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Maluku Utara.

Sebagaimana keterangan melakui akun resmi facebook Karantina Maluku Utara yang dilihat malukuterkini.com, Selasa (28/4/2026) disebutkan proses pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengecekan fisik produk serta kesesuaian dokumen untuk memastikan komoditas aman dan memenuhi standar yang ditetapkan.

Keberangkatan “salju putih” Maluku Utara ini menjadi bukti nyata bahwa komoditas lokal mampu bersaing dan menembus pasar yang lebih luas.

Dengan terus didorongnya hilirisasi dan penguatan kualitas produk, diharapkan kelapa Maluku Utara tidak hanya dikenal sebagai bahan mentah, tetapi juga sebagai produk olahan bernilai tinggi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional. (MT-01)