AMBON, MalukuTerkini.com – Menjelang peringatan HUT ke-78 Polisi Wanita Republik Indonesia tahun 2026, jajaran Polwan Polda Maluku menggelar aksi sosial bertajuk “Polwan Ramah Lingkungan” dengan membersihkan rumah ibadah lintas agama di lingkungan Polda Maluku, Jumat (21/8/2026).

Aksi ini menyasar Musala Ar-Rahman serta Gereja Oikumene Uria sebagai langkah nyata memperkuat kebersihan lingkungan sekaligus merawat kerukunan antarumat beragama.

Puluhan personel Polwan Polda Maluku bahu-membahu membersihkan area dalam hingga luar tempat ibadah, mulai dari menyapu, mengepel lantai, hingga merapikan seluruh sudut ruangan.

Aksi nyata yang mengusung tema “One Police Woman, Extraordinary Impact” tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin menjelang puncaknya hari jadi kepolisian wanita, tetapi juga menjadi simbol bahwa keharmonisan dan toleransi di Maluku dapat dipelihara lewat tindakan konkret yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.







Ketua Panitia Hari Jadi ke-78 Polwan Polda Maluku, Kompol Meytha Samuri, mengaku aksi “Polwan Ramah Lingkungan” ini dirancang sebagai wadah pengabdian yang memberikan dampak positif dan dirasakan langsung oleh lingkungan sekitar.

“Menjelang HUT ke-78 Polwan RI, kami ingin merayakannya melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata. Polwan Ramah Lingkungan menjadi wujud kepedulian kami terhadap kebersihan lingkungan sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan pemilihan rumah ibadah lintas agama memiliki makna mendalam bagi jajaran Polwan Polda Maluku, apalagi keberadaan korps Srikandi Bhayangkara di tengah masyarakat harus mampu melintasi sekat perbedaan guna mempererat persaudaraan di tanah Maluku.

“Kami melaksanakan kegiatan di Mushala Ar-Rahman dan Gereja Oikumene Uria. Ini merupakan wujud bahwa Polwan Polda Maluku hadir untuk semua. Kami ingin terus memperkuat semangat kebersamaan, karena perbedaan tidak boleh menjadi penghalang untuk saling membantu, bergotong royong dan melakukan kebaikan bersama,” jelasnya.

Momentum HUT Polwan, katanya, bukan sekadar pengingat perjalanan sejarah panjang institusi, melainkan pijakan untuk memperkuat komitmen pelayanan publik.

“Setiap anggota Polwan memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan pengaruh positif dari tempat pengabdiannya masing-masing,” katanya. (MT-04)