AMBON, MalukuTerkini.com – PT PLN (Persero) terus memperluas akses listrik di Tanah Papua melalui program Listrik Desa (Lisdes).
Sepanjang 2026, PLN berhasil melistriki 128 desa di empat provinsi, sementara 199 desa lainnya ditargetkan menikmati akses listrik secara bertahap hingga 2027.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dan PLN dalam mendorong pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Untuk mendukung perluasan akses listrik tersebut, PLN telah membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 742,58 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 286,71 kms, serta gardu distribusi dengan total kapasitas 7.450 kilovolt ampere (kVA) sepanjang 2026.
Pembangunan infrastruktur kelistrikan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan karakteristik masing-masing wilayah di Tanah Papua.
Anggota Komisi XII DPR RI, Cheroline Chrisye Makalew, mengapresiasi capaian PLN dalam memperluas akses listrik bagi masyarakat di empat provinsi di Tanah Papua.
Menurutnya, kehadiran listrik merupakan bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan.
“Kami mengapresiasi capaian PLN yang sepanjang 2026 telah melistriki 128 desa di empat provinsi di Tanah Papua. Perluasan akses listrik ini penting karena tidak hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga mendukung pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah terpencil,” ujar Cheroline.
Ia mendorong penguatan koordinasi antara PLN dan pemerintah daerah dalam menyelaraskan data serta perencanaan elektrifikasi. Langkah tersebut dinilai penting agar pembangunan dapat menjangkau desa dan dusun yang belum berlistrik sesuai kondisi riil di lapangan.
Cheroline juga menekankan pentingnya pemanfaatan potensi energi lokal, seperti tenaga surya dan mikrohidro, sebagai alternatif penyediaan listrik di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Sementara itu, PLN telah menyiapkan program elektrifikasi bagi 199 desa yang tersebar di enam provinsi, yakni Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Program tersebut ditargetkan rampung secara bertahap hingga 2027.
Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar, mengatakan perluasan akses listrik di Tanah Papua membutuhkan pendekatan pembangunan yang disesuaikan dengan kondisi geografis dan tingkat aksesibilitas setiap wilayah.
Tantangan medan, keterbatasan infrastruktur pendukung, serta jarak antarpemukiman menjadi sejumlah faktor yang harus diperhitungkan dalam menentukan pola pembangunan dan penyediaan listrik.
“Perluasan akses listrik di Papua tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang seragam. PLN menyesuaikan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dengan kondisi masing-masing wilayah, termasuk melalui pengembangan jaringan distribusi maupun pemanfaatan potensi energi setempat. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk yang berada di wilayah dengan aksesibilitas terbatas,” ujar Suroso.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menegaskan tantangan geografis dan aksesibilitas menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program Listrik Desa.
Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, PLN terus mengoptimalkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya agar pembangunan infrastruktur kelistrikan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Pencapaian elektrifikasi 128 desa hingga 2026 merupakan hasil dari pekerjaan pembangunan infrastruktur kelistrikan yang dilakukan secara kolaboratif. Kami terus memastikan pembangunan jaringan distribusi dan fasilitas pendukung, mulai dari JTM, JTR, hingga gardu distribusi, dapat diselesaikan sesuai kebutuhan masing-masing desa. Infrastruktur ini menjadi fondasi untuk menghadirkan pasokan listrik yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari,” tandasnya.
Melalui program Listrik Desa, PLN terus memperluas jangkauan layanan kelistrikan hingga pelosok Tanah Papua. Kehadiran listrik di desa-desa yang sebelumnya belum terjangkau diharapkan mampu memperluas kesempatan belajar, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Perluasan elektrifikasi tersebut juga menjadi langkah strategis dalam mendukung pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di enam provinsi di Tanah Papua. (MT-06)
