oleh

GMKI Saumlaki Kecam Penganiayaan Anggota Panwaslu di Tanimbar

-Politik-255 views

AMBON – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Saumlaki mengecam sikap premanisme terhadap Anggota Pengawas Pemilu Desa Lorwembun Kecamatan Kormomolin Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Benedikta Yanubi.

Penganiayaan terjadi Senin (25/2/2019) pukul 20.30 WIT yang diduga memiliki kaitan erat dengan dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu yang dilakukan oleh oknum calon anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar Seprianus BomarisĀ  di Kecamatan Kormomolin, dalam bentuk pembagian bingkisan Natal dan tahun baru 2019.

Akibat tindak pidana pemilu yang dilakukan tersebut, Seprianus BomarisĀ  kini telah ditetapkan sebagai tersangka pelanggaran pasal 280 ayat (1) huruf (j) Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu karena membagi-bagikan bingkisan Natal dan Tahun Baru 2019 kepada pemilih.

Perlakuan kekerasaan yang dilakukan oleh Maria Rumajak dan Elisabet Bomaris terhadap Benedikta Yanubi diduga karena keduanya memiliki hubungan erat dengan Seprianus Bomaris. Elisabet Bomaris adalah istri dari Seprianus Bomaris.

Kecaman tersebut diungkapkan GMKI Cabang Saumlaki dalam rilisnya yang ditandatangani oleh Ketua Lukas Samangun dan Sekretaris Dominggus Fatrua yang salinannya diterima malukuterkini.com, Jumat (1/3/2019).

“Sikap bejat oleh pelaku pengroyokan tersebut sangat tidak manusiawi dan melanggar hak asasi manusia,” tandas Lukas Samangun.

GMKI, menurutnya juga meminta Kepolisian Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap saudara Benedikta Yanubi.

“GMKI menuntut Bawaslu Kabupaten Kepulauan Tanimbar agar tetap konsisten dan segera bertindak tegas terhadap dugaan pelanggaran pemilu dengan seadil-adilnya, dan tetap mengedepankan profesionalitas kerja dalam melakukan pencegakan dan penindakan terhadap kondisi kerawanan pemilu,” ungkapnya.

Selain itu, katanya, GMKI juga meminta kepada Pemerintah Daerah Kab. Kepulauan Tanimbar untuk menginstruksikan kepada Aparat Sipil Negara (ASN) agar tetap netral dalam menjaga kewibawaan Pemilu yang bersih, sekaligus memberikan nilai edukasi positif bagi masyarakat.

Dugaan kasus tersebut, jelas Samangun telah melanggar Undang-undanh nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu pasal 280 ayat (1) huruf (J).

“Disaat lasus pembagian bingkisan Natal dan Tahun Baru oleh oknum calon Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar tersebut masih sementara di proses oleh Gakkumdu kabupaten ternyata terjadi perlakuan pemukulan terhadap Benedikta Yanubi yang adalah Pengawas Pemilu Desa Lorwembun. Perlakuan kekerasaan yang dilakukan oleh Maria Rumajak dan Elisabet Bomaris terhadap korban yang diduga karena kedua pelaku pemukulan ini memiliki hubungan erat dengan oknum calon Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar,” jelasnya. (MT-03)

Komentar

News Feed