Sekilas Info

Pasca Gempa Ambon, Kemensos Kirim Logistik Bantuan

Mensos, Agus Gumiwang Kartasasmita

AMBON - Kementerian Sosial mengirimkan bantuan logistik untuk penyintas gempa bumi di Pulau Ambon dan sekitarnya, Provinsi Maluku.

Selain itu, juga menurunkan Petugas Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) dari pusat untuk asesmen kebutuhan penyintas.

"Bantuan tahap pertama sudah dipersiapkan dan dalam proses pengiriman ke Maluku. Pada saat yang sama kami turunkan tim untuk melakukan asesmen kebutuhan penyintas," kata Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita sebagaimana termuat dalam kemsos.go.id, Sabtu (28/9/2019).

Mensos mengatakan bantuan yang dikirim berupa 1.600 paket makanan siap saji, 3 unit tenda serbaguna keluarga, 200 lembar tenda gulung, 200 unit velbed, 200 kasur, 350 lembar selimut, 350 paket sandang, 200 paket kids ware, 100 paket food ware, 200 paket perlengkapan dapur keluarga. Total bantuan logistik tahap awal sebesar Rp 800.916.000.

"Sebagaimana arahan Bapak Presiden Joko Widodo, penanganan penyintas adalah yang menjadi prioritas utama. Untuk itu bantuan ini kami kirimkan sesegera mungkin. Nantinya bantuan berikutnya dikirim setelah ada hasil asesmen dari tim Kemensos yang telah berada di Maluku," kata Mensos.

Selain memberikan bantuan logistik, menurutnya, Kemensos juga menyiapkan santunan ahli waris korban meninggal. Jumlah santunan untuk setiap korban meninggal adalah Rp 15 juta.

"Total bantuan tanggap darurat untuk Maluku pada tahap pertama adalah Rp 1,1 miliar," tutur Menteri.

Mensos mengatakan sesaat setelah terjadinya gempa bumi, pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Maluku dan kabupaten yang terdampak untuk penanganan penyintas dan mengamati situasi terkini.

"Sesaat setelah kejadian, lanjutnya, Tagana Provinsi Maluku sudah berada di lokasi terdampak gempa untuk melakukan evakuasi korban ke tempat aman dan menyiapkan dapur umum untuk pemenuhan kebutuhan makanan penyintas," katanya.

Bahkan, jelas Mensos, sebagian Tagana Provinsi Maluku yang sedang berada di Jawa Timur untuk mengikuti Jambore dan Bakti Sosial Tagana Nasional 2019 telah kembali ke Maluku guna membantu personel Tagana di lapangan.

"Mereka ini sedang mengikuti uji kompetensi dan peningkatan kapasitas dalam Jambore Tagana. Tapi karena skala bencana cukup besar maka secepatnya diterbangkan kembali ke Maluku untuk membantu di sana," jelasnya.

Menurutnya, juga mendistribusikan bantuan logistik untuk penyintas di pengungsian serta Layanan Dukungan Psikososial (LDP) untuk memberi pendampingan kepada penyintas.

Sebagaimana diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis gempa M 6,8 terjadi pada Kamis (26/9/2019), pukul 08.46 WIT. Gempa tersebut terjadi pada 40 km timur laut Ambon, Maluku dengan kedalaman 10 km. Sebelumnya BMKG merilis gempa dengan kekuatan M 6,8 tetapi kemudian dimutakhirkan menjadi M 6,5. (MT-02)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!