Sekilas Info

Menko PMK: Mendata Orang Miskin Itu Tidak Mudah

Menko PMK, Muhadjir Effendy

AMBON - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memaparkan masalah penyaluran bantuan sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Desa (Kemendes). Menko PMK menyebut pengumpulan data orang miskin ternyata sulit.

"Perlu diketahui bahwa ternyata untuk mencari data orang miskin juga tidak mudah. Sekarang ini bukan soal... sebetulnya kalau nyalurkan dananya mudah, tetapi untuk mendata orang miskin, yang sesuai apalagi dengan ketentuan sangat ketat seperti selama ini dilakukan ini juga tidak mudah," kata Menko PMK dalam siaran YouTube Setpres, Selasa (19/5/2020).

Menko PMK mengungkapkan, dari target Kemensos soal 9 juta keluarga penerima manfaat baru, masih ada 700 ribu data yang belum terhimpun dengan baik. Dia mencontohkan kendala di DKI Jalarta.

"Di DKI Jakarta juga begitu. Dari 1,3 juta, baru sekitar 1 juta ya Pak Mensos ya sekarang juga masih dicari kekurangannya itu. Masih ada 300 ribu yang haris dicari. Sekarang sudah 1,2 (juta keluarga), masih ada 100 ribu lagi," ungkapnya.

Dijelaskan, pengumpulan data orang miskin ini butuh waktu dan dia meminta pemakluman masyarakat. Dia lalu berbicara soal paradoks pengumpulan data yang harus teliti namun juga harus cepat.

"Jadi memang harus perlu kesabaran, perlu waktu, tapi satu sisi juga memang harus cepat seperti yang diinstruksikan Bapak Presiden. Jadi antara sabar, hati-hati, tapi juga cepat. Ini memang tidak mudah. Dua hal yang kadang-kadang paradox. Kalau kita mau cepat biasanya ya sembrono. Tapi kalau kita mau hati-hati ya harus pelan. Jadi itu dua hal yang dikompromikan yang selama ini paradoks antara efisien dan efektif, karena itu mohon dimaklumi tapi sesuai dengan arahan Bapak Presiden target kita dalam menjelang lebaran ataupun juga awal Lebaran itu nanti danan dari Kemensos maupun Kemendes akan bisa tersalurkan," jelasnya. (MT-05)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!