Sekilas Info

Resmikan Monumen, Baileo & Jalan Soekarno di Masohi, Ini Harapan Megawati

AMBON – Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Patung Soekarno dan Jalan Ir Soekarno yang sebelumnya  bernama Jalan Protokol di Masohi, ibu kota Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). Selain itu, juga dilakukan peresmian Baileo Soekarno.

Peresmian yang dilakukan oleh putri dari Ir. Soekarno ini berlangsung secara virtual yang dihadiri oleh Gubernur Maluku Murad Ismail, dipusatkan di areal Pendopo Bupati Malteng.

Megawati dalam sambutannya mengatakan, Maluku pernah di jajah sehingga jangan lagi mau dijajah.

Dikatakan, pemberian nama Masohi oleh Bung Karno yang saat ini menjadi Ibu Kota Kabupaten Malteng, bukan tidak beralasan, karena Masohi yang dalam arti bahasa adat  berarti gotong royong.

“Ini memiliki makna agar kota ini dibangun dengan semangat kegotongroyongan,” katanya.

Karena itu, Megawati meminta Pemkab Malteng menjadikan Baileo Soekarno sebagai multi fungsi agar dapat digunakan oleh seluruh masyarakat di daerah itu.

Ia juga memberikan apresiasi  pemkab dan masyarakat Malteng yang telah menggagas pembangunan monumen maupun Baileo Soekarno sebagai wujud apresiasi terhadap sejarah lahirnya Kota Masohi,  yang dasarnya sudah diletakan oleh Bung Karno.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada segenap masyarakat dan Pemda Maluku dan Pemda Malteng yang telah membangun monumen dan baileo serta jalan Ir Soekarno. Kami berharap baileo ini miliki multi fungsi untuk masyarakat Malteng,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur Maluku Murad Ismail dalam sambutannya, mengatakan karya besar Soekarno meletakkan batu pertama pembangunan Kota Masohi, telah tercatat dalam momentum sejarah bagi masyarakat Maluku.

“Pemprov Maluku percaya, apa yang dilakukan beliau, tidak hanya sekedar pembangunan fisik tetapi juga memiliki pesan moral bagi generasi sekarang. Beliau memberikan nama Masohi, yang berarti gotong royong menjadi pertanda bahwa beliau memahami akar budaya masyarakat setempat, dan menginginkan kota, serta daerah ini dibangun dengan mengedepankan semangat persatuan dan saling dukung antar pemangku kepentingan," katanya.

Selain itu, jelas Murad, Soekarno juga memahami tentang kekayaan potensi SDA dan SDM Pulau Seram dan wilayah Maluku yang harus dikelola secara benar.

“Itulah sebabnya, selaku presiden, beliau memutuskan untuk datang sendiri dan meletakkan dasar pembangunan Kota Masohi. Pembangunan dan peresmian tiga buah sarana infrastruktur ini, diharapkan menjadi ikon bagi pengembangan Kabupaten Malteng kedepan," jelasnya. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!