Sekilas Info

Eks Wali Kota Ambon Dituntut 8,6 Tahun Penjara

AMBON, MalukuTerkini.com – Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut terdakwa ekas Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy  dengan pidana penjara selama 8,6 tahun (8 tahun dan 6 bulan).

Tuntutan ini disampaikan Jaksa KPK Taufiq Ibnugroho cs dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Ambon, Selasa (17/1/2023) sore hingga malam yang dipimpin oleh majelis hakim Wilson Shriver  dibantu dua hakim anggota lainnya. Sementara  terdakwa didampingi kuasa hukumnya Edwarw Diaz cs.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa KPK  berlangsung melalui aplikasi zoom.

Dalam sidang itu, RL, sapaan akrab Richard Louhenapessy tak sendiri, jaksa juga menuntut juga Andrew Erin Hehanussa dan dibacakan bersamaan dengan RL.

Andrew merupakan terdakwa II ini dituntut jaksa dengan pidana penjara selama 5 tahun.

RL sendiri selain pidana badan 8,6 tahun, jaksa juga menuntutnya agar membayar denda sebesar Rp 500 juta subsider 1 tahun. Sementara  uang pengganti Rp 8.045.000.000 namun jika tidak dapat membayar maka harga benda akan disita. Subsider 2 tahun kurungan.

Sedangkan Andrew sendiri selain pidana badan 5 tahun penjara, jaksa juga menghukum Andrew membayar Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

"Menyatakan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana gratifikasi dan suap sebagaimana melanggar pasal 12a junto pasal 18 UU no 31 tahun 1999 junto UU Nomor 20 tahun 2001 tentang  perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang tipikor. Junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP junto pasal 64 ke 1 KUHP dan pasal 12 B junto pasal 18 UU no 31 tahun 1999 junto UU no 20 tahun 2001 tentang  perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang tipikor. Junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP junto pasal 64 ke 1 KUHP, "  tandas Jaksa.

Jaksa juga menyebutkan, perbuatan kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana menerima gratifikasi dan suap dari rekanan di Kota Ambon serta kepala-kepala Dinas di Kota Ambon.

Dari fakta persidangan  terbukti terdakwa I Richard Louhenapessy  menggunakan jabatannya sebagai Walikota Ambon bersama anak buahnya Andrew Hehanussa, menerima uang gratifikasi dan suap sebesar Rp 8 miliar lebih.

Jaksa juga menyampaikan hal-hal yang memberatkan  terdakwa  perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Hal-hal meringankan kedua terdakwa belum pernah dihukum.

Usai mendengar tuntutan Jaksa KPK, PH terdakwa menyatakan akan menyampaikan pledoi. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!