Sekilas Info

Eks Wali Kota Tual Mulai Disidangkan

AMBON, MalukuTerkini.com – Eks Wali Kota Tual, Adam Rahayaan telah menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon, Jumat (31/5/2024).

Ia tak sendiri tetapi bersama mantan anak buahnya, Abas Apolo Renwarin yang kala itu menjabat sebagai Kabid Rehabilitasi dan Bantuan Sosial pada Dinas Sosial Kota Tual tahun 2016.

Keduanya menjalani sidang perdana sebagai terdakwa  L dugaan tindak pidana korupsi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahun 2016 dan 2017.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejati Maluku, Rajes Afifudin dalam dakwaannya mengatakan, mantan walikota dan anak buahnya ini  didakwa dengan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2021 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, juncto Pasal 55 dan Pasal 64 KUHP.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan, dipimpin oleh majelis hakim diketuai Haris Tewa dibantu dua hakim anggota lainnya.

Jaksa menyebutkan terdakwa Adam Rahayaan dengan kapasitasnya telah melakukan pembohongan dan penipuan.

Pasalnya di tahun 2016 dan 2017 selaku Walikota Tual, Adam menggunakan kewenangannya untuk membuat informasi dan laporan palsu untuk mendapatkan cadangan beras pemerintah padahal merupakan modus politiknya sebelum bertarung di Pilwalkot 2018-2023 kemarin.

Dimana mereka membuat informasi palsu bahwa di tahun 2016  kota tual mengalami kondisi darurat pangan padahal di tahun 2016 -2017 tidak ada darurat pangan di Tual.

Terdakwa juga disebut membuat surat perintah tugas Nomor 841.5/612 guna melakukan koordinasi dengan Bulog Divre Wilayah II Tual dan Provinsi Maluku.

Tetapi surat tugas tersebut bertentangan dengan kewenangan yang dimiliki oleh Dinas Sosial bahkan dirinya memerintahkan sejumlah ASN dan Honorer untuk melakukan pendataan agar bisa membuat laporan.

Sebagai walikota kala itu juga perintahkan  Abbas Renwarin untuk membuat administrasi keperluan permintaan dan pendistribusian CBP tahun 2016 dan 2017. Abas kala itu menjabat sebagai Kepala Bidang Rehabilitasi dan Bantuan Sosial Dinas Sosial Kota Tual tahun 2016.

Meski di tahun 2017 ia telah dipindahkan sebagai Kepala Bidang Tenaga Kerja pada Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Tual, namun Adam Rahayaan masih memintanya untuk mempersiapkan administrasi permintaan dan pendistribusian CBP tahun 2017.

Setelah dokumen semuanya siap, kedua terdakwa Kemudian melaporkan ke pihak bulog dan mendapatkan beras cadangan sekitar 200 ton untuk tahun 2016-2017.

Hal itu juga dibenarkan salah satu Kepala desa di Tual Bahwa beras yang mereka dapat merupakan beras milik pasangan Calon Adam Rahayaan.

Hal itu sama sekali tak diketahui sebab pada saat itu juga ada pembagian beras milik bulog kepada masyarakat setempat.

Akibat perbuatan keduanya, Negara dirugikan berdasarkan hasil audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPKP) mencatat kerugian negara mencapai kurang lebih Rp 1,8 miliar.

Dalam sidang ini juga hakim sempat meminta agar kedua terdakwa jujur .

“Saya harap siapapun jangan  pernah mencoba ketemu kami dalam bentuk apapun selain dalam ruang sidang. Kita akan buka satu persatu kasus ini agar terang.  Untuk itu bagi kedua terdakwa kalian harus jujur dengan hati, karena diri kalian saja yang bisa membantu dan meringankan kalian. Kasus ini mirip kasus pembunuhan Vina di tahun 2016, hanya saja ini kasus korupsi," harap Hakim. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!