AMBON, MalukuTerkini.com – Profesor Dr Adonia Ivonne Laturette SH MH Fakultas Hukum (FH) Universitas Pattimura (Unpatti).

Ia dilantik sebagai Dekan FH Unpatti sisa periode 2024–2028 oleh Rektor Unpatti, Prof Dr Fredy Leiwakabessy MPd, di Aula Rektorat Unpatti, Ambon, Senin (2/3/2026).

Prosesi pelantikan terseut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor 668/UN13/SK/2026.

Pelantikan tersebut proses akhir masalah kepemimpinan di FH Unpatti yang sebelumnya sempat digugat melalui Pengadilan Tata Usaha Negara hingga tingkat Mahkamah Agung dan telah dinyatakan inkracht.

Sebelum pelantikan, proses pemilihan dekan berlangsung maraton sejak Senin (2/3/2026) pagi. Tahapan itu dilanjutkan dengan pengambilan sumpah dan janji jabatan pada siang harinya.

Pelantikan ini sekaligus menandai berakhirnya masa tugas Pelaksana Tugas Dekan FH Unpatti Dr Ruslan HS Tawari SPi MSi.

Dalam sambutannya, Rektor Unpatti, Prof Dr Fredy Leiwakabessy MPd mengaku proses pelantikan tersebut merupakan momentum penting bagi institusi.

“Saya banyak belajar terhadap seluruh proses ini. Realitas proses hukum benar-benar kita jalani, tak hanya teori tapi juga praktik nyata,” ungkapnya.

Dijelaskan, dalam dua tahun masa kepemimpinannya sebagai Rektor, ia telah melantik dua Dekan FH yang berbeda, yaitu Dr Hendrik Salmon sebagaimana SK tertanggal 18 April 2024 dan Prof Dr Adonia Laturette SH MH sebagaimana SK tertangal 2 Maret 2026.

“Saya memang berkewajiban mengeksekusi putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dengan mencabut SK sebelumnya dan melaksanakan pemilihan serta pengangkatan dekan baru,” jelasnya.

Ia mengatakan langkah percepatan dilakukan setelah menerima arahan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi agar seluruh tahapan pemilihan, penetapan, dan pengangkatan Dekan FH diselesaikan sebelum 3 Maret 2026.

“Proses tersebut kita selesaikan sehari sebelum batas waktu tersebut.  Untuk itu Saya harapkan Prof Laturette dapat melanjutkan kerja-kerja yang sudah dilakukan dan mendorong fakultas meraih akreditasi internasional,” katanya.

Leiwakabessy juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk menghentikan polarisasi internal dan kembali bersatu membangun fakultas.

“Mari kita bangun Unpatti dengan rasa kekeluargaan yang tinggi dalam semangat persaudaraan. Institusi ini akan maju dan unggul ketika bersatu,” ungkapnya. (MT-01)