AMBON, MalukuTerkini.com – Sejumlah pemuda asal Kecamatan Pulau Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Basudara Manipa Maluku dan Himpunan Mahasiswa Pulau Manipa (FSBM-HMPM), menggelar aksi damai di depan Mapolda Maluku, Ambon, Rabu (20/5/2026).
Dalam aksi tersebut, massa meminta aparat kepolisian segera menuntaskan kasus dugaan pengeroyokan terhadap Abdullah Mahu alias Afila (18), yang terjadi di kawasan Air Kuning, Kebun Cengkeh, Kecamatan Sirimau, beberapa waktu lalu.
Koordinator aksi, Usman Warang, menegaskan kedatangan mereka bukan untuk membuat keributan, melainkan meminta kepastian hukum atas kasus yang menimpa korban.
“Kami datang membawa aspirasi dan meminta keadilan untuk saudara kami. Sampai hari ini pelaku belum juga ditangkap, padahal laporan sudah masuk dan bukti rekaman CCTV juga ada,” tandas massa aksi saat berorasi di depan pintu masuk Polda Maluku.
Menurut mereka, lambannya penanganan kasus tersebut menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat Pulau Manipa. Massa juga meminta kepolisian segera mengungkap dan menangkap seluruh pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan itu.
“Kami ingin proses hukum berjalan transparan. Jangan sampai pelaku masih bebas berkeliaran,” ujar salah satu peserta aksi.
Aksi berlangsung damai dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa mengaku ingin bertemu langsung dengan Kapolda Maluku atau perwakilan penyidik guna mengetahui perkembangan penanganan perkara tersebut.
Sebagaimana diketahui, insiden pengeroyokan terhadap Abdullah Mahu terjadi Senin (11/5/2026) sekitar pukul 04.00 WIT di depan sebuah kios dekat Indomaret Air Kuning.
Saat itu korban yang bekerja di salah satu usaha kuliner di kawasan Kebun Cengkeh sedang dalam perjalanan mengambil pesanan makanan. Namun ketika melintas di sekitar Lorong Sumatera, korban diduga mendapat lemparan batu dari sekelompok pemuda.
Korban sempat melanjutkan perjalanan hingga berhenti di sebuah kios, namun kelompok tersebut diduga kembali mengejar dan melakukan pengeroyokan secara brutal.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius dan sempat menjalani perawatan medis di RS Siloam sebelum dirujuk ke RS Bhayangkara Ambon. (MT-04)


Tinggalkan Balasan