AMBON, MalukuTerkini.com – Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno menegaskan pentingnya keselarasan antara dunia akademik dengan kebutuhan industri sebagai syarat mutlak membawa Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia.

Hal ini disampaikannya saat membawakan orasi ilmiah dalam Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Universitas Pattimura (Unpatti) dalam rangka Dies Natalis ke-63 sekaligus Wisuda Periode April 2026 di Auditorium Unpatti, Ambon, Kamis (23/4/2026).

Dalam orasi bertajuk “Indonesia di Pusatan Disrupsi Global: Tantangan dan Peluang Bagi Kaum Muda”, Eddy memaparkan tantangan besar yang dihadapi lulusan perguruan tinggi di tengah ketidakpastian global.

Menurutnya, Indonesia harus belajar dari keberhasilan negara-negara Asia lainnya dalam mengelola sumber daya manusia.

“Pihak kampus dan negara perlu melakukan keselarasan agar mata kuliah sejalan dengan kebutuhan sektor ketenagakerjaan, khususnya sektor formal. Korea Selatan dan Jepang berhasil melakukan itu di era 60-an dan kini menjadi ekonomi 10 besar dunia. Thailand dan Vietnam sedang melakukannya sekarang, jangan sampai kita tertinggal,” ungkapnya.

Eddy menjelaskan tantangan masa depan bukan hanya soal persaingan kerja, melainkan juga disrupsi geopolitik, isolasionisme, hingga proteksionisme yang mengancam stabilitas ekonomi dunia.

“Namun pemerintah dan lembaga tinggi negara tetap berkomitmen penuh untuk melindungi masyarakat,” jelasnya.

Ia memberikan jaminan prinsip keadilan akan tetap menjadi prioritas utama.

“Kami di MPR dan lembaga legislatif akan memastikan asas keadilan dan kesejahteraan menjadi prioritas. No one gets left behind, tidak ada yang akan ditinggalkan,” tandasnya.

Eddy juga mengajak para wisudawan Unpatti untuk optimis menatap masa depan.

“Keberpihakan negara terhadap mereka yang rentan dan pemenuhan hak-hak masyarakat akan terus diperjuangkan secara konsisten. Dengan konsistensi tersebut, target Indonesia Emas 2045 bukan lagi sekadar ilusi, melainkan realita yang sudah semakin erat di genggaman kita semua,” katamya.

Sebagaimana diketahui, tercatat sebanyak 1.298 lulusan Unpatti diwisudakan, Kamis (23/4/2026).

Wisuda berlangsung dalam Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Unpatti dalam rangka Dies Natalis ke-63 serta Wisuda Sarjana, Profesi, Magister, Doktor periode April 2026 yang dipusatkan di Auditorium Unpatti.

Para lulusan itu terdiri dari 845 lulusan sarjana, 373 lulusan profesi guru, 75 lulusan  magister dan 5 lulusan doktor. 29 lulusan diantaranya diwisudakan di Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kepulauan Aru dan 36 lulusan diwisudakan di PSDKU Kabupaten Maluku Barat Daya. (MT-01)