AMBON, MalukuTerkini.com – Petugas Badan Karantina Indonesia (Barantin) melakui Karantina Jawa Timur Satuan Pelayanan (Satpel) Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menggagalkan upaya pengiriman 120 kilogram hiu segar, Rabu (10/12/2025).

Hiu termasuk dalam kategori Apendiks II CITES (Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Fauna dan Flora Liar yang Terancam Punah).

Modus yg dilakukan adalah pengajuan tindakan karantina untuk sertifikasi komoditi ikan marlin sebanyak 8 koli. Namun petugas yang melakukan pemeriksaan kesesuaian jenis, jumlah, dan ukuran menemukan kejanggalan.

“Didapatkan hiu segar seberat 120 kg yang disembunyikan dalam 2 koli, sebagian ikan kondisinya sudah terpotong-potong bercampur dengan tumpukan ikan marlin yang diajukan dalam Permohonan Tindakan Karantina (PTK),” jelas Koordinator Karantina Ikan di Satpel Pelabuhan Ketapang Indah Praptiasih dalam keterangannya yang diperoleh malukuterkini.com, Senin (15/12/2025).

Pihaknya kata Indah, selanjutnya berkoordinasi dengan Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL-KKP) untuk mengidentifikasi jenis-jenis hiu yang diamankan.

“Berdasarkan hasil identifikasi, hiu segar sebanyak 120 kg tanpa dokumen pendukung tersebut berasal dari tiga jenis hiu, yaitu Hiu Martil Bergerigi (Sphyrna lewini), Hiu Tikus Mata Besar (Alopias superciliosus) dan Hiu Sutra (Carcharhinus falciformis),” katanya.

Indah mengaku ketiga jenis hiu ini secara internasional  masuk dalam daftar Apendiks II CITES. Status Apendiks II ini mewajibkan jika untuk diperdagangkan dan pemanfaatannya diatur dan diawasi secara ketat oleh negara agar tidak mengancam populasi di alam liar.

“Selanjutnya terhadap barang tersebut  dilakukan penahanan sementara di Kantor Satuan Pelayanan Ketapang Banyuwangi. Dan akan dilakukan penelusuran kepemilikan muatan atau pihak yang bertanggung jawab atas pengiriman ilegal tersebutugkapnya.

Sementara itu, Kepala Karantina Jawa Timur Hari Yuwono Ady, menegaskan penggagalan ini merupakan langkah preventif guna memastikan komoditas perikanan yang dilalulintaskan telah memenuhi persyaratan karantina dan sesuai dengan regulasi perlindungan spesies yang berlaku secara Nasional maupun Internasional.

“Ini upaya tegas kami untuk ikut serta menjaga kelestarian ekosistem laut yang dilindungi. Kami himbau kepada masyarakat untuk patuh terhadap aturan yang berlaku,” tandasnya. (MT-01)