oleh

Kasus Narkoba, Pemuda Asal Tulehu Divonis 4 Tahun Penjara

AMBON – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon memvonis terdakwa Saiful Marasabessy alias Saiful (36), dengan pidana penjara selama empat tahun.

Vonis majelis hakim terhadap terdakwa dalam persidangan yang digelar di PN Ambon, Selasa (18/2/2020). Sidang tersebut dipimpin oleh ketua majelis hakim, Christina Tetelepa, dibantu RA Didi Ismiatun dan Jimmy Waly  masing-masing selaku hakim anggota.

Majelis hakim menyatakan pemuda asal Negeri Tulehu, Kecamatan Salahuttu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) ini dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan  narkotika sebagaimana diatur dalam pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah melakukan penyalahgunaan narkotika dan dijatuhi hukuman selama 4 tahun dipotong masa tahanan,” tandas hakim saat membacakan amar putusannya.

Hakim menyebutkan, hal-hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkotika, sedangkan yang meringankan terdakwa mengakui perbuatannya, terdakwa berlaku sopan di persidangan, terdakwa belum pernah di hukum.

Putusan majelis hakim ini jauh lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon, Secretchil. E. Pentury  yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan enam tahun penjara dalam sidang, Selasa 28 Januari 2020 kemarin.

Untuk diketahui, JPU dalam berkas dakwaanya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada 25 Juli 2019, sekitar pukul 22.00 WIT,  saat itu saksi dari anggota Polisi masing-masing Elfin  Gunawan, Saksi Andreas Tenine, saksi Fadli Mahulau mendapat informasi bahwa ada seseorang membawa narkoba ke rumah kosong, tepatnya di kawasan Desa Hitu Messing, Kecamatan Leihitu, Malteng.

Berbekal informasi dari informan tersebut, ketiga saksi menuju TKP yang telah dibeberkan informan. Tidak salah, ketika mendatangi rumah kosong itu, saksi menggerebek terdakwa lalu memperlihatkan surat tugas ketiga saksi. Sekaligus menanyakan dan menyuruh terdakwa mengeluarkan narkoba itu. Tak melawan terdakwa langsung mengeluarkan narkotika yang diketahui jenis sabu-sabu yang dikemas dalam Rokok Gudang Garam Filter.

Saat itu, para saksi melihat kalau ada tiga paket sabu-sabu yang berada dalam kemasan rokok tersebut.

Terhadap putusan majelis hakim, kuasa hukum terdakwa, Penny Tupan dan JPU menyatakan menerima. (MT-04)

Komentar

News Feed