Sekilas Info

Tiga Warga Ambon Pemilik 11 Paket Sabu Dituntut Hukuman Bervariasi

AMBON - Tiga pemilik 11 paket sabu-sabu dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, dengan pidana penjara bervariasi.

Ketiga terdakwa yaitu Agustinus Watumlawar dituntut pidana penjara selama 9 tahun penjara, denda 800 juta subsider 6 bulan kurungan penjara. Sementara terdakwa Alvio Mario Latumeten dan Carlos Recardi Lekatompessy dituntut dengan pidana penjara masing-masing 8 tahun penjara, denda Rp 800 juta subsider 6 bulan penjara.

Tuntutan JPU Grace Siahaya disampaikan oleh dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (6/8/2020) secara virtual dipimpin hakim Jenny Tulak.

Ketiga terdakwa mengikuti sidang dari Rutan Kelas IIA Ambon. JPU menyatakan,  ketiga terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 132 ayat (1) jo pasal 113 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menyatakan ketiga terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 132 ayat (1) jo pasal 113 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika," tandasnya.

JPU menyebutkan, perbuatan ketiga terdakwa sangat bertentangang dengan pemerintah yang terus gencar memberantas peredaran narkotika dikalangan masyarakat.

Dalam tuntutannya dijelaskan, ketiga terdakwa ini Rabu (22/1/2020)  tim Dutresnarkoba Polda Maluku melakukan penangkapan terhadap terdakwa Agustinus Watumlawar yang berdasarkan informasi, dari terdakwa Alvio Latumeten dan terdakwa Carlos Lekatompessy yang ditangkap tepat di Jalan AM Sangadji, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon depan Kantor Jasa Pengiriman TIKI.

Awalnya, kedua terdakwa (Alvio-Carlos) diperintahkan terdakwa Agustinus Watumlawar untuk mengambil kiriman di Kantor Jasa Pengiriman TIKI. Nomor resi itu dikirim ke kedua terdakwa oleh Agus. Paket kiriman yang didalamnnya berisikan narkotila jenis sabu-sabu sebanyak 11 paket yang dikemas dalam plastik klem yang disimpan dalam spatu bermerek Nike.

Dari 11 paket barang haram itu, diketahui milik Toton, pria yang sementara menjalani masa hukuman dengan kasus narkotika di salah satu Lapas di Jakarta.

Dibalik jeruji besi itu, Toton masih melancarkan aksinya. Akibatnya, transaksi barang haram antar pulau ini membuat ketiga pria asal ambon itu ditangkap.

Usai pembacaan tuntutan, Hakim menunda sidang hingga Senin (10/8/2020) dengan memberikan kesempatan ketiga terdakwa melalui kuasa hukumnya, D Roberth Lesnussa  mengajukan pembelaan. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!